Nasional, Peloporkalimantan – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan komitmen penuhnya dalam memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) demi mempercepat pembangunan serta operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah strategis ini diarahkan untuk membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, memaparkan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Update Pembangunan KNMP di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Ia menjelaskan bahwa kebijakan besar ini berpijak pada landasan hukum Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2026 tentang Percepatan Pembangunan dan Operasionalisasi KNMP, di mana Kemenkop mendapat mandat khusus untuk mengawal pemetaan data, penguatan kelembagaan, hingga pendampingan usaha bagi koperasi di kawasan pesisir.
Sebagai model percontohan yang telah menunjukkan keberhasilan nyata, kemitraan antara Koperasi Mina Muara Sejahtera (KMMS) dan KDKMP di Kabupaten Lebak, Banten, sukses mengolah hasil tangkapan ikan nelayan menjadi produk bernilai tambah tinggi—seperti tuna loin dan udang vaname—untuk didistribusikan langsung ke jaringan gerai sembako.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan urgensi perombakan ekosistem perikanan nasional. Mengingat potensi kerugian negara akibat penguasaan perairan ilegal oleh kapal asing yang mencapai rata-rata Rp200 triliun per tahun, pemerintah menetapkan tiga pilar program strategis terobosan: pembangunan 5.000 Kampung Nelayan hingga tahun 2029 yang dilengkapi fasilitas cold storage dan pabrik pengolahan, pembentukan 40 ribu Desa Tematik, serta revitalisasi pada 6.000 lokasi tambak prioritas.
Melalui sinergi lintas kementerian yang turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto ini, pemerintah optimis para nelayan tidak lagi menjual hasil tangkapan dalam bentuk mentah dengan harga murah, melainkan memiliki daya tawar yang kuat serta rantai pasok pasar yang mandiri dan kompetitif.
Sumber : Infopubluik.id








