Nasional, Peloporkalimantan – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan komitmen penuh Indonesia dalam mendukung hak berdaulat setiap negara untuk menentukan jalur transisi energinya sendiri demi menghadapi gejolak global menuju target emisi nol bersih (net zero emissions) pada 2060 atau lebih cepat.
Penegasan tersebut disampaikan Yuliot melalui keterangan resmi saat menghadiri forum bergengsi G20 Energy Abundance Ministerial Meeting yang berlangsung di Houston, Texas, Amerika Serikat, Rabu (16/9/2026). Dalam forum internasional tersebut, ia memaparkan berbagai langkah strategis nasional untuk menutup kesenjangan antara konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) domestik yang mencapai 1,6 juta barel per hari dengan produksi dalam negeri yang saat ini berada di angka 600 ribu barel per hari, melalui target ambisius peningkatan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari serta pembukaan keran investasi di 118 wilayah kerja migas.
Selain sektor hulu migas, Indonesia juga mencuri perhatian dunia sebagai pelopor global dalam implementasi energi hijau melalui program pencampuran bahan bakar nabati B50.
“Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menjalankan program B50. Program ini diproyeksikan mampu menyubstitusi kebutuhan impor solar sebanyak 310 ribu barel per hari, menghemat hampir 10 miliar dolar AS per tahun, sekaligus membuka peluang bagi lebih dari 2 juta lapangan kerja,” ungkap Yuliot.
Di sektor ketenagalistrikan, pemerintah telah merancang penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt dalam RUPTL 2025-2034 dengan porsi dominan mencapai 76 persen yang bersumber dari energi terbarukan. Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GWp juga terus digenjot untuk menggantikan peran pembangkit diesel secara bertahap tanpa mengorbankan stabilitas pasokan nasional.
Menutup paparannya, Wamen ESDM menyerukan agar forum G20 senantiasa mengedepankan pendekatan yang berimbang antara ketahanan, keterjangkauan, aksesibilitas, dan keberlanjutan energi demi masa depan global yang inklusif dan aman.
Sumber : Infopublik.id








