Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa perekonomian Indonesia berhasil tumbuh solid sebesar 5,11 persen secara tahunan (yoy) sepanjang tahun 2025. Kinerja positif ini disampaikan Menkeu saat membacakan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR RI terkait RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2 APBN) Tahun Anggaran 2025 di Jakarta, pada Selasa (14/7/2026).
Pertumbuhan ekonomi yang kokoh di tengah gejolak global tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang stabil di angka 4,98 persen serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen. Selain pertumbuhan yang kuat, pemerintah juga berhasil menjaga tingkat inflasi domestik tetap rendah dan terkendali pada level 2,92 persen.
Sektor kesejahteraan masyarakat ikut mencatatkan perbaikan, di mana tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025. Pada periode yang sama, angka kemiskinan nasional juga berhasil ditekan dari 8,57 persen menjadi 8,25 persen berkat intervensi paket stimulus ekonomi triwulanan yang totalnya mencapai Rp110,7 triliun.
Dari aspek tata kelola keuangan, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 kembali sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Pemerintah juga menunjukkan disiplin fiskal yang tinggi dengan menjaga defisit APBN 2025 tetap aman di level 2,81 persen terhadap PDB, berada di bawah ambang batas legal sebesar 3 persen.
Mengenai pengelolaan utang, Menkeu memaparkan bahwa rasio utang pemerintah tahun 2025 berada di tingkat 40,54 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas maksimal undang-undang sebesar 60 persen. Struktur ini dikelola secara hati-hati melalui empat pilar utama, termasuk peningkatan kualitas belanja serta pengelolaan portofolio utang aktif seperti debt switch dan buyback.
Sinergi yang kuat antara pemerintah dan DPR RI dalam menjaga stabilitas fiskal ini turut membuahkan pengakuan global. Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, resmi mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, yang sekaligus menegaskan tingginya kepercayaan dunia terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi nasional.
Sumber : Infopublik.id








