Nasional, Peloporkalimantan – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai karya film dapat menjadi medium literasi digital yang sangat efektif dalam memberikan edukasi mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari Indonesian Institute of Journalism (IIJ) dan tim produksi film Menang untuk Kalah di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8/2026).
Nezar menjelaskan bahwa kekuatan narasi audiovisual mampu menggambarkan secara rinci proses seseorang terjerat perangkap pinjol ilegal hingga munculnya tekanan sosial yang beruntun. Pendekatan sinematik ini dinilai efektif memberi pemahaman kepada publik bahwa para korban sering kali terjebak akibat situasi darurat ekonomi, bukan semata-mata karena gaya hidup konsumtif.
Lebih lanjut, Wamenkomdigi menyoroti dampak destruktif dari praktik pinjol ilegal yang kerap memanfaatkan penyalahgunaan data pribadi (profiling) untuk mengintimidasi korban. Tekanan psikologis akibat beban bunga tinggi serta aksi teror penagihan tidak hanya menghantam peminjam, melainkan meluas hingga mencoreng nama baik keluarga dan lingkungan sosialnya.
Guna memperluas daya jangkau edukasi, Kementerian Komdigi membuka peluang pemanfaatan karya film sebagai bagian dari agenda literasi digital nasional. Pemutaran film yang dikombinasikan dengan sesi diskusi interaktif di lingkungan kampus maupun komunitas diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan data pribadi dan mengelola keuangan secara lebih bijak.
Film Menang untuk Kalah yang disutradarai Hasto Broto serta dibintangi Surya Saputra dan Lulu Tobing ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop pada 14 November 2026. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, insan kreatif, dan komunitas masyarakat diharapkan terus diperkuat guna memutus rantai jeratan pinjol ilegal di Indonesia.
Sumber : Infopublik.id








