Inflasi Melandai, Ekonom Ingatkan Pentingnya Jaga Arus Modal Asing di Semester II 2026

Nasional, Peloporkalimantan – Penurunan inflasi tahunan hingga mencapai 2,88 persen pada Juli 2026 memberikan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi nasional. Meski demikian, tantangan ekonomi Indonesia pada paruh kedua tahun ini bergeser ke arah penguatan stabilitas eksternal dan keberlanjutan arus masuk modal asing.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai meredanya harga pangan dan ekspansi sektor manufaktur merupakan modal kuat bagi pasar domestik. Namun, tekanan dari pelemahan surplus perdagangan dan ketidakpastian global masih perlu diwaspadai secara cermat oleh pemerintah.

Defisit neraca perdagangan selama Mei dan Juni diperkirakan akan memperlebar defisit transaksi berjalan kuartal II 2026 hingga mencapai US$7,7 miliar. Kondisi tersebut menjadikan pembiayaan eksternal sebagai instrumen vital dalam membendung volatilitas nilai tukar rupiah.

Fakhrul memperkirakan pasar obligasi pemerintah membutuhkan tambahan investasi portofolio asing sekitar US$11 miliar sepanjang semester II 2026. Penyerapan modal asing secara berkelanjutan dinilai mampu menjaga keseimbangan eksternal di tengah ketatnya persaingan arus modal global.

Persaingan menarik minat investor internasional berpotensi semakin sengit apabila Bank Sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Oleh sebab itu, kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter domestik menjadi kunci utama dalam menjaga daya tarik investasi Indonesia.

Sinergi antara pemulihan aktivitas ekonomi dalam negeri dan komunikasi kebijakan yang konsisten diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor. Langkah terukur ini dinilai sangat krusial agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif di tingkat global.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar