Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen, APBN Optimal Redam Dampak Ketidakpastian Ekonomi Dunia

Nasional, Peloporkalimantan – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Triwulan II Tahun 2026 tetap terjaga solid. Capaian ini diraih di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, serta tekanan nilai tukar.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional didukung oleh koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang erat antarotoritas. Asesmen KSSK memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026 mampu bertahan di kisaran 5,6 hingga 6,0 persen.

Persepsi positif pasar turut ditunjukkan oleh tingginya kepercayaan investor di sektor keuangan. Hingga akhir Triwulan II 2026, pasar Surat Berharga Negara (SBN) tetap kuat dengan catatan pembelian bersih investor asing mencapai Rp32,09 triliun.

Dari sisi fiskal, kinerja APBN menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan, disokong oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp1.035,7 triliun serta kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp1.656 triliun guna mendukung berbagai program prioritas nasional. Anggaran tersebut dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, hingga pembayaran THR dan gaji ke-13 aparatur negara.

Pemerintah berkomitmen memperkuat peran APBN sebagai peredam gejolak ekonomi global sekaligus penggerak pembangunan nasional. Sinergi lintas otoritas akan terus ditingkatkan untuk memastikan pemulihan ekonomi berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar