Nasional, Peloporkalimantan – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memperkuat sinergi membangun ketahanan keluarga serta pendidikan remaja. Kolaborasi ini dirancang sebagai langkah strategis memperkuat fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kerja sama tersebut menyasar tantangan mendesak yang dihadapi Generasi Z dan Alpha, mulai dari persoalan kesehatan mental, ancaman paparan konten negatif digital, hingga pergeseran peran keluarga. Komitmen ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kualitas masa depan bangsa sangat tergantung pada generasi muda yang kini tengah mengenyam pendidikan. Penguatan pendidikan keluarga dinilai vital untuk menciptakan peserta didik yang cerdas, berkarakter, serta tangguh secara mental.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, memaparkan data yang menunjukkan bahwa 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental, dengan separuh di antaranya mengarah pada gangguan jiwa. Menurutnya, temuan ini mempertegas pentingnya mengukuhkan peran keluarga sebagai benteng utama tumbuh kembang anak.
Melalui kerja sama ini, kedua kementerian akan mengintegrasikan program pembinaan remaja, bimbingan karakter, serta peningkatan literasi kesehatan mental di sekolah maupun lingkungan keluarga. Ekosistem pendidikan holistik akan dibangun dengan melibatkan peran aktif sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, sehat secara emosional, dan berakhlak mulia. Penguatan peran keluarga diposisikan sebagai pilar utama dalam mendampingi anak menghadapi dinamika zaman.
Sumber : Infopublik.id








