Menhub Pastikan Layanan Angkutan Perintis Tetap Berjalan hingga Akhir Tahun 2026

Nasional, Peloporkalimantan- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan layanan angkutan perintis di seluruh Indonesia tetap berjalan hingga akhir tahun anggaran 2026. Kepastian ini diberikan guna menjamin mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok, khususnya di wilayah terpencil, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Pernyataan tersebut disampaikan Menhub usai menghadiri Rapat Kerja Pembahasan Subsidi Kapal Perintis bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/7/2026). Ia menegaskan bahwa kendati menghadapi penyesuaian kondisi anggaran, pemerintah menyiasatinya agar operasional moda transportasi publik tersebut tidak terhenti.

Menurut Menhub, layanan angkutan perintis yang sebelumnya sempat mengalami penundaan operasional kini telah kembali berlayar secara normal. Guna mengawal kelancaran di lapangan, Kementerian Perhubungan menerapkan pemantauan harian terhadap pergerakan kapal, ketepatan jadwal pelayaran, hingga ketersediaan ruang muatan logistik.

Kemenhub juga mengusulkan penambahan alokasi anggaran demi mengantisipasi potensi kendala teknis agar konektivitas antarpulau tetap terjaga. Dalam jangka panjang, pemerintah berkomitmen memperkuat kualitas armada, membenahi infrastruktur pelabuhan, serta mengevaluasi jaringan trayek agar selaras dengan kebutuhan ekonomi daerah.

Menhub menjelaskan bahwa keberadaan subsidi transportasi merupakan instrumen strategis negara dalam memberikan pelayanan dasar dan meratakan pembangunan. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah menyelenggarakan 107 trayek kapal perintis, 41 trayek Tol Laut, 6 trayek kapal khusus ternak, serta 18 trayek rede transport.

Rapat kerja strategis tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Keberlanjutan program ini menjadi wujud nyata eksekusi visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat konektivitas nasional dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar