Polres Balangan Panggil Selebgram Fajar, Terkait Postingan Diduga Lecehkan Agama

Polres Balangan Panggil Selebgram Fajar, Terkait Postingan Diduga Lecehkan Agama

PeloporKalimantan, Balangan – Polres Balangan memanggil selebgram lokal Muhammad Fajar asal Kecamatan Batumandi, setelah sebuah unggahan di akun Instagram miliknya memicu kontroversi karena diduga mengandung unsur penistaan agama. Pemanggilan ini dipimpin langsung oleh Kasat Intel Polres Balangan, Iptu Paisal Kadapi, dan berlangsung pada Selasa (6/4) di Mapolres Balangan, Paringin.

Dalam pertemuan tersebut, Fajar memberikan klarifikasi dan menyatakan bahwa unggahan yang menjadi sorotan telah dihapus dari akun media sosialnya. Meski demikian, postingan tersebut telah lebih dulu menyebar dan mendapat respons negatif dari masyarakat serta sejumlah tokoh agama di Balangan.

“Fajar menyampaikan penyesalan atas apa yang telah diunggahnya dan meminta maaf kepada masyarakat Balangan. Ia juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Iptu Paisal.

Lebih lanjut, Fajar juga menyatakan siap menerima sanksi hukum apabila di kemudian hari mengulangi kesalahan serupa. Ia mengakui bahwa unggahan tersebut tidak pantas dan menyadari dampak negatif yang ditimbulkannya.

Sebagai bagian dari langkah pembinaan, Polres Balangan meminta Fajar untuk membuat video permintaan maaf yang akan diunggah kembali ke media sosialnya. Selain itu, pembinaan secara intensif akan dilakukan dengan melibatkan keluarga Fajar agar ia dapat lebih bijak dalam menggunakan platform digital.

“Ini menjadi pembelajaran penting, tidak hanya bagi Fajar, tetapi juga bagi semua pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menyampaikan konten, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti agama,” imbuh Iptu Paisal.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Kementerian Agama (Kemenag) Balangan, serta sejumlah tokoh agama yang memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan menyerukan agar media sosial digunakan untuk hal-hal yang positif dan membangun.

Also Read

Bagikan:

Tinggalkan komentar