Peringati Hari Aksara Internasional 2026, UNESCO Tegaskan Literasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Nasional, Peloporkalimantan – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menegaskan bahwa kemampuan literasi masyarakat saat ini tidak boleh lagi sekadar berfokus pada kecakapan membaca dan menulis. Di tengah pesatnya perkembangan arus informasi, teknologi digital, dan kecerdasan artifisial (AI), literasi harus mencakup kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta memecahkan masalah secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Chief of Education UNESCO Regional Office Jakarta, Santosh Khatri, dalam Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 bertema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”, Selasa (8/9/2026). Peringatan yang menandai enam dekade gerakan literasi global sejak 1966 ini menekankan pentingnya adopsi kecakapan digital agar teknologi menjadi sarana perluasan inklusi, bukan justru memperbesar kesenjangan sosial.

Santosh turut mengapresiasi capaian Indonesia yang berhasil mencatatkan angka partisipasi pendidikan penduduk usia 15 tahun ke atas hingga mendekati 97 persen pada 2024. Namun, dirinya mengingatkan bahwa jangkauan akses pendidikan formal harus beriringan dengan peningkatan kualitas hasil belajar dan literasi dasar, mengingat tantangan capaian skor PISA siswa Indonesia yang masih memerlukan penguatan dari jenjang awal.

Menanggapi adaptasi tema nasional Indonesia dari konsep global Literacy for People, the Planet and Prosperity, UNESCO berkomitmen untuk terus bermitra dengan Pemerintah Indonesia. Sinergi ini ditujukan untuk membangun ekosistem pembelajaran sepanjang hayat yang kontekstual, inklusif, serta responsif terhadap dinamika era digital demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

SUmber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment