Nasional, Peloporkalimantan – Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat untuk memperluas kolaborasi strategis di bidang sains, teknologi, dan pendidikan tinggi. Penguatan jejaring riset antarperguruan tinggi dan lembaga penelitian kedua negara diharapkan dapat melahirkan inovasi konkret yang mendukung pembangunan nasional serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto pada gelaran Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo yang hadir sebagai Tamu Kehormatan Utama menegaskan pentingnya kemitraan yang saling melengkapi, terutama pada sektor prioritas seperti pangan, energi, sains, serta rekayasa maju.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa perguruan tinggi dan lembaga riset memegang peranan kunci dalam mengimplementasikan arah kebijakan kedua negara menjadi program penelitian yang berdampak luas. Kerjasama ini dirancang tidak hanya sebatas pertukaran teori atau akademis, melainkan pada penciptaan teknologi terapan dan peningkatan talenta riset.
“Kerja sama sains dan teknologi menjadi salah satu ruang yang penting untuk terus kita kembangkan bersama. Kita ingin kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Brian.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen untuk memfasilitasi kemitraan ini guna membuka ruang yang lebih luas bagi akademisi dan peneliti Indonesia. Langkah ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing global, memperluas jejaring pengetahuan, serta memberikan solusi berbasis teknologi terhadap berbagai tantangan ekonomi global.








