Nasional, Peloporkalimantan – Transformasi digital sektor pendidikan Indonesia sukses menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Superaplikasi “Rumah Pendidikan” besutan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi dinobatkan sebagai Juara Pertama (Winner) kategori Action Line C7: e-Government pada ajang bergengsi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang digelar oleh PBB melalui ITU di Jenewa, Swiss, pada Kamis (9/7/2026).
Pencapaian ini mencetak sejarah baru karena merupakan kemenangan pertama bagi Indonesia pada kategori tata kelola pemerintahan digital (e-Government) sejak ajang WSIS Prizes pertama kali digulirkan pada tahun 2012. Aplikasi Rumah Pendidikan berhasil menyingkirkan setidaknya 1.596 inovasi digital kompetitor dari 122 negara, sekaligus mengukuhkan daya saing solusi teknologi karya anak bangsa di level global.
Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menerima langsung trofi penghargaan tersebut di Swiss. Suharti mendedikasikan kemenangan ini untuk jutaan murid, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua di seluruh penjuru tanah air yang terus merawat semangat belajar di tengah tantangan geografis negara kepulauan.
Kondisi Indonesia yang memiliki belasan ribu pulau menjadi pemicu utama lahirnya Rumah Pendidikan sebagai ekosistem digital terpadu. Inovasi ini dikembangkan untuk memastikan bahwa lokasi tempat tinggal tidak boleh menjadi penentu atau pembatas kualitas pendidikan yang diterima anak, sehingga hak mendapatkan materi pembelajaran bermutu bisa dirasakan secara adil dan inklusif.
Suharti menegaskan, lompatan teknologi ini tidak dirancang untuk menggeser kedudukan para pengajar di ruang kelas, melainkan sebagai instrumen penguat kapasitas guru sebagai pusat pembelajaran. Langkah strategis ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita serta kepemimpinan Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang gencar mendorong akselerasi digital di sektor pendidikan.
Hingga saat ini, superaplikasi Rumah Pendidikan telah berhasil mengintegrasikan 66 layanan pendidikan terpadu dan diakses oleh lebih dari 6,9 juta pengguna aktif. Platform ini juga menyediakan 4.843 sumber belajar gratis serta sukses mendongkrak kompetensi lebih dari 104 ribu guru yang tersebar di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Apresiasi senada turut disuarakan oleh Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Achsanul Habib, yang menilai prestasi ini menjadi bukti konkret bahwa inovasi digital Indonesia diakui dunia. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi diplomasi Indonesia di forum multilateral dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin akses pendidikan bermutu untuk semua.
Sumber : Infopublik.id








