Nasional, Peloporkalimantan – Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum KTT Forum World Summit on the Information Society (WSIS) 2026 di Jenewa, Swiss, untuk mendesak penguatan kerja sama internasional dalam menjembatani kesenjangan digital global. Di hadapan delegasi dunia, Indonesia membawa misi besar mengejar target ekonomi digital senilai USD300 miliar sekaligus memastikan ruang siber aman bagi anak-anak.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa Garis Tindakan WSIS tetap menjadi kompas krusial di tengah lanskap teknologi yang melesat cepat. Indonesia menyerukan bahwa pemanfaatan teknologi digital harus berorientasi pada perluasan akses layanan publik yang adil dan pemberdayaan masyarakat dengan prinsip tidak meninggalkan siapa pun.
Saat ini nilai ekonomi digital Indonesia telah menembus USD100 miliar yang setara dengan sepertiga dari total nilai ekonomi digital di kawasan ASEAN. Pertumbuhan masif yang diproyeksikan melonjak tiga kali lipat pada tahun 2030 ini ditopang oleh investasi besar-besaran pada infrastruktur inklusif, mulai dari Satelit Satria-1, Palapa Ring, hingga perluasan jaringan 5G ke belasan ribu pulau.
Kendati konektivitas terus dikebut, Indonesia mengingatkan forum bahwa perluasan jaringan tanpa adanya jaminan keamanan ekosistem siber adalah hal yang semu. Sebagai bukti nyata pembentukan ruang digital yang aman, Indonesia membagikan langkah konkretnya melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang berfokus pada perlindungan anak.
Aturan yang telah berlaku sejak Maret tahun ini mewajibkan seluruh penyelenggara sistem elektronik untuk menerapkan verifikasi usia dan klasifikasi konten secara ketat. Platform digital berisiko tinggi juga diinstruksikan untuk membatasi akses akun anak di bawah usia 16 tahun demi menekan potensi dampak buruk pemanfaatan internet yang tidak sesuai umur.
Selain masalah keamanan anak, Indonesia menyoroti pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) agar tetap berpusat pada manusia, etis, transparan, serta menghormati lokalitas budaya. Menkomdigi menutup pandangannya dengan menyerukan aksi bersama global untuk mendukung peningkatan kapasitas, transfer teknologi, hingga pendanaan berkelanjutan bagi negara berkembang.








