Wujudkan Kebiasaan Makan Sehat Sejak Dini, Kemendikdasmen Dorong Literasi Pangan Berbasis Bahan Lokal di Sekolah

Nasional, Peloporkalimantan – Pembentukan pola dan kebiasaan makan sehat perlu ditanamkan sejak usia sekolah melalui pengenalan ragam bahan pangan bergizi yang bersumber dari lingkungan sekitar. Guna memperkuat agenda tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara resmi meluncurkan Panduan Pangan dan Gizi Berbasis Sumber Daya Lokal sebagai acuan resmi edukasi di satuan pendidikan.

Panduan ini disusun untuk membantu para pendidik dalam mengintegrasikan literasi pangan dan gizi ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Melalui panduan ini, peserta didik tidak hanya diajak memahami arti penting gizi seimbang, melainkan juga diajarkan mengenali potensi keanekaragaman bahan pangan lokal, memilih menu sehat, serta menerapkan teknik pengolahan dan penyimpanan makanan yang higienis dan aman.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pemenuhan asupan gizi berbanding lurus dengan peningkatan kualitas dan daya serap pendidikan murid di sekolah.

“Guru dapat menyiapkan pembelajaran dengan sangat baik, tetapi anak juga membutuhkan kondisi tubuh yang memang mendukung agar bisa berkonsentrasi dan berpartisipasi secara optimal,” tegas Toni dalam acara perilisan dan sosialisasi panduan di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Toni menjelaskan, Indonesia dianugerahi kekayaan komoditas pangan lokal yang melimpah, mulai dari variasi sumber karbohidrat, protein, hingga buah dan sayuran. Potensi ini perlu diperkenalkan secara intensif agar peserta didik memahami bahwa pemenuhan gizi seimbang dapat diperoleh dengan mudah dan terjangkau dari lingkungan sekitarnya.

Dukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Penerapan panduan ini dirancang agar pembelajaran materi gizi bersifat kontekstual dan aplikatif. Sekolah didorong untuk menciptakan ekosistem pendukung, salah satunya melalui penyediaan pilihan menu makanan yang sehat, bersih, dan terjamin keamanannya di kantin sekolah.

Langkah ini selaras dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya pada poin pembiasaan makan sehat dan bergizi. Keberhasilan program ini membutuhkan konsistensi praktik di sekolah serta pembiasaan berkelanjutan di lingkungan keluarga.

“Keberhasilan pemanfaatan panduan ini nanti akan terlihat ketika anak-anak kita semakin memahami pilihan dari makanan yang sehat, kemudian sekolah semakin mendukung kebiasaan makan bergizi dan juga keluarga ikut memperkuat pembiasaan tersebut,” tambah Toni.

Sementara itu, Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalui penguatan literasi pangan sejak dini.

Sebagai langkah konkrit pascapeluncuran, Kemendikdasmen bersama Bapanas akan segera menyusun modul pembelajaran teknis yang disesuaikan dengan tingkatan jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, agar memudahkan para guru dalam mengimplementasikan edukasi gizi di kelas.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment