Balangan, Pelopor Kalimantan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan terus menggencarkan deteksi dini dan penanganan penyakit tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Balangan, H Ahmad Sauki, menyebutkan bahwa penanganan TB dilakukan dengan melacak jaringan kontak pasien positif. Setiap satu kasus TB yang terkonfirmasi akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap 8 hingga 14 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
“Jika ditemukan terduga TB dalam jaringan tersebut, kami langsung melakukan penanganan dan kembali melacak jaringan kontak mereka hingga semua jalur potensial tertutup,” ujar Sauki, Selasa (3/6/2025).
Langkah ini, katanya, dilakukan agar penularan TB bisa dihentikan sejak dini. Untuk itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi gejala awal TB kepada masyarakat.
“Masih banyak masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi sudah parah. Karena itu, kami intensifkan edukasi dan melengkapi alat diagnostik di Puskesmas,” tambahnya.
Dinkes Balangan mengacu pada Permenkes No. 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan, yang di antaranya memuat pelayanan bagi terduga TB sebagai salah satu dari 12 layanan utama kepada masyarakat.
Sauki berharap masyarakat lebih proaktif memeriksakan diri bila mengalami gejala awal TB, seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, atau keringat malam.
“Kesadaran masyarakat sama pentingnya dengan sarana dan prasarana. Keduanya harus berjalan beriringan dalam penanggulangan TB,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Balangan, H Hasmi, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan penemuan 530 kasus TB hingga akhir tahun 2025.
“Sampai Mei, sudah ditemukan dan ditangani sekitar 200 pasien TB. Kami menargetkan minimal 90 persen dari total target bisa tercapai,” jelas Hasmi.
Adapun untuk terduga TB, pihaknya telah mencatat 879 orang dari target total 2.576 orang yang akan diberikan pelayanan pemeriksaan dan tindak lanjut.
“Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional eliminasi TB, dan kami ingin Balangan turut berperan aktif dalam pencapaian target tersebut,” pungkas Hasmi.









