Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD dan SMP Angkatan I Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat implementasi pendidikan karakter di daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Bapperida HST dan dibuka langsung Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, Rabu (18/2/2026).
Sebanyak 101 peserta mengikuti rakor tersebut, terdiri atas lima pengawas satuan pendidikan, 50 guru PAI SD dari Kecamatan Barabai dan Batu Benawa, serta 46 guru PAI SMP se-Kabupaten HST.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses membentuk peradaban dan akhlak manusia. Menurutnya, tantangan modernisasi dan era digital saat ini turut memunculkan fenomena degradasi moral dan etika generasi muda yang perlu direspons secara serius.
Ia menyampaikan, rakor ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi forum strategis untuk menyamakan visi, misi, dan persepsi para guru PAI dalam mengawal pembentukan karakter peserta didik. Implementasi Kurikulum Adab Sopan Santun dan Karakter, lanjutnya, harus dikawal bersama agar berjalan optimal di setiap satuan pendidikan.
“Kita memegang prinsip adab sebelum ilmu. Guru PAI wajib menjadi garda terdepan sekaligus teladan utama,” tegasnya.
Ia berharap para guru PAI mampu mencetak peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kelembutan hati, santun dalam bersikap, serta menghormati orang tua dan sesama.
Melalui rakor Angkatan I ini, Disdik HST menargetkan terbangunnya komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan karakter, demi mewujudkan generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing global.









