Nasional, Peloporkalimantan – Pemerintah mendorong transformasi pembinaan dan digitalisasi cabang olahraga catur agar tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan industri olahraga nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, saat membuka Musyawarah Nasional Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) di Jakarta.
Menurutnya, pengembangan olahraga di Indonesia harus mengarah pada ekosistem yang lebih luas, termasuk sport industry dan sport tourism.
“Olahraga tidak hanya soal prestasi, tetapi juga industri. Tanpa pertumbuhan industri, sulit mencapai prestasi yang konsisten,” ujarnya.
Ia menilai industri olahraga global telah berkembang pesat dan menjadi faktor penting dalam menopang prestasi negara-negara maju. Karena itu, Indonesia perlu mengintegrasikan pembinaan atlet dengan pengembangan ekonomi olahraga.
Dalam konteks catur, pemerintah mendorong terobosan digital melalui penguatan kompetisi berbasis daring. Langkah ini dinilai mampu menjangkau generasi muda sekaligus membuka peluang ekonomi baru, termasuk penyelenggaraan turnamen yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Selain itu, pemerintah juga melakukan transformasi pembinaan atlet melalui pengelompokan pelatihan nasional ke dalam tiga kategori, yakni atlet elite, atlet madya, dan atlet muda.
“Dengan keterbatasan anggaran, program harus tepat sasaran. Transformasi pembinaan menjadi kunci agar regenerasi atlet berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, menyebut Munas menjadi momentum penting untuk memperkuat digitalisasi catur sekaligus mendorong implementasi olahraga ini di lingkungan sekolah.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman, juga menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan guna melahirkan grandmaster baru yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Dengan penguatan industri, digitalisasi, serta pembinaan berjenjang, pemerintah menargetkan catur tidak hanya menjadi olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.









