Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Pasar Murah Desa Nateh Diminati Warga

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Menjelang bulan suci Ramadan, pasar murah yang digelar di Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dipadati warga, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Sejak pagi, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi pasar murah. Keramaian terlihat di setiap stan penjualan, terutama pada komoditas bahan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, beras SPHP, hingga gas LPG. Banyak warga rela mengantre demi memenuhi kebutuhan rumah tangga sebagai persiapan Ramadan.

Program pasar murah ini dinilai sangat membantu, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang mulai merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok. Salah seorang warga Desa Nateh, Mahmudah, mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut karena harga yang ditawarkan lebih murah dari pasaran.

“Alhamdulillah, harganya lebih murah dari pasar. Terima kasih sudah diadakan Pasar Murah,” ujarnya.

Pasar murah ini diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten HST bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Berbagai komoditas disediakan dengan harga subsidi, di antaranya Minyak Kita Rp16.000 per liter, gula Rp17.000 per kilogram, tepung terigu Rp9.000 per kilogram, kental manis putih dan coklat masing-masing Rp7.000 per kemasan, serta garam kapal besar Rp4.000 per bungkus.

Selain itu, tersedia pula Ajinomoto Rp4.500 per kemasan, Royco ayam dan sapi masing-masing Rp4.500 per renteng, teh Gunung Satria Rp4.500 per kemasan, sirup ABC Rp11.500 per botol, sirup Marjan Rp22.500 per botol, serta gas LPG Rp18.500 per tabung.

Untuk kebutuhan pokok utama, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp60.000 per sak dan beras premium 5 kilogram Rp76.000 per sak. Produk kebutuhan harian lainnya juga tersedia, seperti Indomie Rp14.500 per 5 bungkus, kecap Sedap Rp5.000 per 3 bungkus, Mama Lemon Rp9.000 per kemasan, serta Soklin Liquid Rp10.000 per dua lusin.

Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, mengatakan pasar murah ini tidak hanya bertujuan meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Utamanya untuk mengendalikan inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri,” pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar