Stok Pangan Banjarbaru Surplus Ratusan Ton, Pemkot Dorong Pemasaran Beras Lokal Cempaka

BAnjarbaru, Peloporkalimantan – Ketersediaan sejumlah komoditas bahan pangan pokok di Kota Banjarbaru tercatat mengalami surplus dan melampaui perkiraan kebutuhan bulanan masyarakat. Menindaklanjuti hasil inspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby di Kios Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), pemerintah daerah bergerak cepat untuk memperkuat stabilitas harga sekaligus memberdayakan petani lokal.

Saat meninjau Kios Pangan DKP3 pada Rabu (30/9/2026) lalu, Wali Kota Lisa melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ketersediaan pasokan dan pergerakan harga kebutuhan pokok, mulai dari beras, gula konsumsi, minyak goreng, hingga telur ayam. Ia juga meninjau langsung jalur pemasaran komoditas beras lokal hasil panen petani Kecamatan Cempaka.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang memastikan stok tersedia, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kita ingin memastikan piring makan masyarakat tetap terjaga,” tegas Wali Kota Lisa Halaby.

Berdasarkan neraca data stok dan pasokan DKP3 per September 2026, ketersediaan komoditas beras di Kota Banjarbaru mencapai 1.829 ton, atau mengalami surplus sebesar 422,44 ton dari angka kebutuhan bulanan masyarakat. Pasokan gula konsumsi tercatat surplus 201,61 ton, minyak goreng surplus 109,45 ton, dan komoditas telur ayam surplus sebesar 87,02 ton.

Kendati indikator ketersediaan berada di atas estimasi kebutuhan daerah, pengawasan terhadap distribusi dan fluktuasi harga di tingkat pedagang tetap menjadi prioritas agar daya beli warga Kota Idaman tetap terjaga.

Pemasaran Produk Lokal dan Rencana Langkah Strategis

Di Kios Pangan DKP3, ketersediaan beras lokal khas Kecamatan Cempaka disiapkan sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp23.000 per kilogram. Komoditas beras khusus ini diproduksi langsung oleh petani lokal sebagai langkah konkrit Pemkot Banjarbaru dalam membuka dan memperluas akses pasar produk pertanian daerah.

“Saya ingin Kios Pangan DKP3 tidak hanya menjadi tempat penjualan bahan pokok, tetapi juga menjadi ruang bagi petani lokal untuk memasarkan hasil pertaniannya. Kita harus mendukung produk lokal agar petani memiliki akses pasar yang lebih baik dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” terang Lisa.

Merpons arahan Wali Kota, DKP3 Kota Banjarbaru merancang serangkaian langkah taktis, di antaranya penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah Bersubsidi, pemantauan indeks harga secara berkala di pasar-pasar tradisional, serta penyusunan kesepakatan kerja sama (MoU) bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kota Banjarbaru.

Melalui sinergi ini, Gapoktan akan difasilitasi untuk menyuplai hasil panen secara berkelanjutan ke Kios Pangan DKP3. Skema ini diharapkan tidak hanya mampu mengendalikan inflasi dan menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, melainkan juga memotong rantai pasok demi meningkatkan kesejahteraan para petani lokal di Kota Banjarbaru.

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment