Stok Aman, Pemerintah Siapkan 290 Ribu Dosis untuk Tenaga Kesehatan

Nasional, Peloporkalimantan – Kementerian Kesehatan memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan menyusul meningkatnya kasus serta terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) untuk kelompok usia dewasa.

Kebijakan ini disampaikan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, yang menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan kelompok berisiko tinggi karena berinteraksi langsung dengan pasien.

“Dengan adanya kejadian luar biasa, potensi penularan kepada kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan menjadi sangat besar,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Program vaksinasi ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi. Selain itu, sebanyak 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship juga menjadi target.

Total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa tersebut diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis.

Pemerintah memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Hingga pekan ke-13 tahun 2026, stok vaksin MR nasional tercatat mencapai 9,8 juta dosis, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 5,5 bulan ke depan.

Pemantauan distribusi vaksin dilakukan secara real-time melalui sistem SMILE yang terintegrasi dalam platform Satu Sehat Logistik, sehingga ketersediaan dapat dipantau hingga tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa izin perluasan indikasi telah diberikan untuk vaksin MR, MMR, serta vaksin campak tunggal dari sejumlah produsen.

“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus memastikan keamanan dan khasiat vaksin,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak sesuai jadwal tanpa menunggu terjadinya wabah.

Langkah ini diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit campak sekaligus melindungi kelompok rentan, terutama tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan medis.

Sumber : infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar