Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/8/2026). Langkah tanggap ini diambil usai mendengar aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat kuliah umum di Universitas Diponegoro Semarang.
Aspirasi tersebut menyoroti masalah distribusi dan keterjangkauan harga beras di Alor, hingga perlunya dukungan pemerintah untuk menggarap potensi pertanian lokal. Mentan Amran mengapresiasi keberanian mahasiswa yang menyampaikan suara rakyat daerahnya demi perbaikan kesejahteraan bersama.
Setibanya di Alor, Mentan Amran langsung meninjau lapangan dan berdialog dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Peninjauan ini difokuskan untuk memetakan strategi percepatan pengentasan kemiskinan berbasis pengembangan sektor pertanian.
Untuk program jangka pendek, Kementan menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau setara dengan Jakarta, yakni sekitar Rp13 ribu per kilogram. Bulog diinstruksikan untuk menyiagakan pasokan gudang dan menggelar operasi pasar apabila ditemukan lonjakan harga beras di pasaran.
Selain bantuan pangan, Kementan menyalurkan benih padi, jagung, alat mesin pertanian, hingga bantuan pompa air guna mempercepat produksi pangan daerah. Semua bantuan bibit beserta biaya tanam disalurkan secara gratis dan dikawal ketat oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Guna membangun ekonomi jangka panjang, Kementan menargetkan pengembangan 10 ribu hektare lahan untuk komoditas unggulan seperti kelapa, kakao, dan jambu mete. Program penanaman ini diproyeksikan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan yang mampu menopang kesejahteraan puluhan ribu warga di Kabupaten Alor.
Sumber : Infopublik.id








