BMKG Pantau Titik Karhutla dan Sebaran Asap di Sumatra hingga Kalimantan

Nasional, Peloporkaliman – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa sekitar 73,8 persen wilayah Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau hingga akhir Juli 2026. Meski demikian, beberapa daerah diprakirakan masih berpotensi diterjang hujan akibat dinamika atmosfer yang tergolong aktif.

Dampak meluasnya kemarau mulai memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur. Hasil pemantauan citra satelit juga mendeteksi sebaran asap yang bergerak di wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan.

Perkembangan iklim global menunjukkan fenomena El Nino diperkirakan terus menguat dan berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan. BMKG memproyeksikan pada pertengahan hingga akhir Agustus 2026, dominasi curah hujan rendah akan melingkupi Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Papua.

Di sisi lain, aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan MJO masih memicu hujan berintensitas sedang hingga ekstrem di beberapa titik seperti Sumatra Barat. Fenomena ini juga diiringi potensi peningkatan kecepatan angin di atas 25 knot di sejumah perairan nasional yang dapat memicu gelombang tinggi.

Untuk periode pertengahan Agustus 2026, cuaca di Indonesia umumnya diprediksi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, potensi angin kencang dan hujan sedang masih perlu diwaspadai di wilayah Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga beberapa wilayah di Pulau Papua.

BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, dan menghemat penggunaan air bersih. Warga juga dilarang keras melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan serta diminta terus memantau peringatan dini cuaca di kanal resmi BMKG.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar