Tanah Bumbu, PeloporKalimantan – PT Kodeco Agro Mandiri (KAM) menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan vokasi dengan mendukung pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa SMK Negeri 1 Kusan Hulu dan SMK Teluk Kepayang. UKK ini digelar selama tiga hari, dari 28 hingga 30 April 2025, sebagai bagian dari evaluasi capaian belajar siswa sekaligus pembekalan untuk menghadapi dunia kerja.
Sebanyak 27 siswa dari dua sekolah ambil bagian dalam kegiatan ini. Siswa SMK Teluk Kepayang melaksanakan ujian selama dua hari, sedangkan SMKN 1 Kusan Hulu selama satu hari. Ujian dilakukan langsung di lingkungan perkebunan kelapa sawit dengan menitikberatkan pada praktik nyata di lapangan.
Materi ujian meliputi proses panen dan pengangkutan sawit, mulai dari teknik pemotongan buah, penyusunan pelepah, pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) ke Tempat Pengumpulan Hasil (TPH), hingga evaluasi efisiensi panen (Angka Kerapatan Panen/AKP). Selain itu, siswa juga diuji dalam praktik perawatan kebun secara manual maupun kimiawi, termasuk penyemprotan herbisida.
Dalam aspek keselamatan kerja, siswa dibekali pemahaman tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Tri Susanto dari PT KAM menjelaskan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bagian dari standar operasional kerja di industri perkebunan.
Kepala SMKN 1 Kusan Hulu, Mardiansyah, ST., MM., menyampaikan harapannya agar siswa mengikuti ujian dengan serius dan menjunjung tinggi kejujuran. “Berikan yang terbaik dan selalu bersikap jujur untuk mendapatkan nilai maksimal,” pesannya.
Mardiansyah menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting dalam menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. “Kami ingin siswa kami lulus dengan kesiapan kerja dan daya saing yang tinggi,” ujarnya.
Estate Manager PT KAM 2, Andika Sibarani, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, UKK menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami perbedaan antara praktik lapangan yang sering dilakukan masyarakat dan standar industri profesional. “Setelah UKK, siswa jadi tahu bagaimana praktik yang benar di industri. Ini penting untuk kesiapan mereka bekerja secara profesional,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa perusahaan terbuka untuk menerima lulusan lokal tidak hanya sebagai tenaga lapangan, tetapi juga sebagai staf profesional yang bisa berkembang di dunia industri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama pendidikan vokasi yang lebih luas, melibatkan tujuh perusahaan besar, termasuk PT Astra International Tbk (ISUZU Banjarmasin dan Auto 2000), PT Barito Berlian Motor, PT Grand Surya Retailindo, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Perkebunan Nusantara Batulicin, dan PT Kodeco Agro Mandiri.









