Jakarta, PeloporKalimantan – Langkah besar dilakukan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Haji Isam, melalui perusahaannya PT Dua Samudera Perkasa (DSP). Dalam waktu singkat, DSP berhasil mengambil alih kendali mayoritas saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), perusahaan yang bergerak di sektor jasa kepelabuhanan dan logistik pertambangan.
Lewat serangkaian transaksi strategis sejak pertengahan Maret 2025, DSP mengakumulasi kepemilikan hingga 71,14 persen saham TEBE. Transaksi terbesar terjadi pada 18 Maret 2025, ketika DSP membeli 505,17 juta saham atau 39,31 persen saham TEBE dari PT Prima Mineral Utama senilai Rp252,58 miliar.
Sebelumnya, pada 12 Maret 2025, DSP juga mengakuisisi 114,19 juta saham atau 8,89 persen saham dari South Bay Capital Pte Ltd senilai Rp57,1 miliar. Tak berhenti di situ, pada 13 Maret, DSP kembali menambah kepemilikan dengan membeli 94 juta saham (7,34 persen) dari PT Robust Buana Tunggal seharga Rp47,01 miliar.
Dengan total nilai investasi lebih dari Rp356 miliar, DSP kini resmi menjadi pemegang saham pengendali TEBE. Akuisisi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat integrasi bisnis Jhonlin Group di sektor logistik dan distribusi hasil tambang.
Sebagai catatan, PT Dua Samudera Perkasa merupakan perusahaan afiliasi Jhonlin Group yang berbasis di Jakarta Selatan. Haji Isam, yang dikenal sebagai pengusaha tambang dan logistik, menggenggam 49 persen saham di DSP, sementara 51 persen sisanya dimiliki oleh Jhonlin Group.









