BATULICIN, PeloporKalimantan.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan di sektor air dan sanitasi dengan menghadiri Indonesia Water & Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (11/6/2025).
Atas arahan Bupati Tanbu Andi Rudi Latif, kehadiran Pemkab Tanbu diwakili oleh Pj Sekda Yulian Herawati, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Eryanto Rais, serta Direktur PT Air Minum Bersujud (Perseroda) Ardiansyah.
Menurut Yulian Herawati, IWWEF 2025 menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama, bertukar inovasi, dan membangun strategi bersama dalam memperluas akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat Tanah Bumbu.
“Ini peluang besar untuk PT Air Minum Bersujud belajar dari perusahaan air minum lain, khususnya dalam hal peningkatan pelayanan, distribusi, pengelolaan SDM dan sarpras, serta meningkatkan kualitas air dari layak menjadi aman,” ungkapnya.
Dalam forum ini, Pemkab Tanbu juga menegaskan komitmennya mendukung tema besar IWWEF 2025 yakni “Transformasi Air Minum Menuju Swasembada Air”. Pemerintah daerah mendorong terwujudnya transformasi layanan air minum yang efisien, aman, dan merata hingga pelosok daerah.
IWWEF 2025 terselenggara atas kerja sama dengan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, serta dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah RI. Acara dibuka oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang diwakili oleh Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam sambutannya, AHY menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya air. Ia juga mendorong langkah-langkah strategis menuju swasembada air di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum PERPAMSI Arif Wisnu Cahyono menyampaikan strategi percepatan peningkatan kualitas layanan air minum melalui program kemitraan antara BUMD air minum yang sudah mapan dengan yang masih berkembang.
“Kami dorong BUMD air minum saling berbagi teknologi dan strategi, serta mulai mengembangkan layanan sanitasi sesuai kapasitas dan kebutuhan daerah masing-masing,” jelas Arif.
Forum dua tahunan ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia dan negara ASEAN yang tergabung dalam Southeast Asian Water Utilities Network (SEAWUN).









