Balangan, Peloporkalimantan – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIX tingkat Kabupaten Balangan di Kecamatan Juai menghadirkan warna dan inovasi baru yang menyedot perhatian publik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan tingkat kabupaten, kategori Khat Digital resmi diperkenalkan dan dilombakan sebagai bagian dari cabang Musabaqah Khattil Qur’an.
Perlombaan seni kaligrafi Al-Qur’an ini dipusatkan di SMAN 1 Juai, Desa Mungkur Uyam, Kecamatan Juai, Sabtu (3/10/2026), dan sukses menjadi salah satu daya tarik tersendiri di tengah rangkaian kegiatan syiar Islam tersebut.
Koordinator Lomba Khat, Siti Ruhaida, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya animo peserta, terutama pada kategori baru yang berbasis teknologi digital tersebut. Menurutnya, jumlah pendaftar di luar ekspektasi awal pihak panitia pelaksana.
“Awalnya kami mengira hanya ada dua peserta. Saat pendaftaran meningkat menjadi empat, hingga akhirnya mencapai tujuh peserta. Alhamdulillah, ini pencapaian yang sangat baik untuk kategori baru,” ujar Siti Ruhaida antusias.
Secara keseluruhan, cabang lomba Musabaqah Khattil Qur’an pada MTQ XIX ini mempertandingkan lima kategori utama, yakni Khat Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, serta kategori debut Khat Digital. Total sebanyak 56 peserta putra dan putri ambil bagian dalam cabang ini.
Berdasarkan data panitia, kategori Kontemporer menjadi bidang yang paling banyak diminati dengan 16 peserta, disusul kategori Hiasan Mushaf sebanyak 14 orang, Khat Naskah 10 orang, Dekorasi sembilan orang, dan kategori baru Khat Digital sebanyak tujuh orang peserta.
Dalam proses penjurian, Siti Ruhaida menjelaskan bahwa dewan hakim menitikberatkan penilaian pada tiga aspek utama, yaitu ketepatan kaidah khat (kaidahiyah), keindahan tulisan tangan atau goresan khat, serta keindahan unsur hiasan atau ornamen pendukung.
Melalui penyelenggaraan lomba ini, ia berharap kegiatan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk mencari piala, melainkan mampu memotivasi para peserta untuk terus mengasah keterampilan seni rupa Islam. Inovasi penambahan kategori Khat Digital juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda (millennial dan Gen Z) untuk lebih dekat dengan seni kaligrafi Al-Qur’an di era digital.
“Seni khat ini bukan hanya mengolah keindahan tulisan, tetapi juga menjadi sarana syiar agama Islam melalui keagungan ayat-ayat Al-Qur’an,” tambahnya.
Sumber : Infopublik.id








