Balangan, Peloporkalimantan – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIX tingkat Kabupaten Balangan di Kecamatan Juai tidak hanya menjadi momentum sakral untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an, tetapi juga membawa multipliers effect yang nyata bagi pergerakan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Sejak hari pertama pembukaan perhelatan akbar yang dipusatkan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Pahlawan Aseri, Kecamatan Juai, Jumat (2/10/2026), puluhan pelaku UMKM tampak antusias memanfaatkan momentum keramaian dengan membuka lapak dan stan perdagangan di sekitar lokasi acara.
Kehadiran para pedagang dan pelaku usaha ini mengubah kawasan sekitar arena MTQ menjadi pusat keramaian baru yang tidak sekadar berfungsi sebagai ruang syiar keagamaan, melainkan juga ruang interaksi ekonomi yang mempertemukan langsung produsen atau penjual dengan ribuan pengunjung.
Beragam produk kuliner dan kerajinan ditawarkan di lokasi bazar, mulai dari makanan dan minuman khas daerah, jajanan tradisional, hingga berbagai produk kebutuhan harian lainnya. Lonjakan pengunjung ini terbuka lebar sebagai peluang emas bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mendongkrak omzet penjualan mereka.
Salah seorang pelaku UMKM lokal, Wahyu, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya iven berskala kabupaten ini. Menurutnya, keramaian yang tercipta selama pelaksanaan MTQ memberikan berkah tersendiri bagi kelangsungan usahanya.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, alhamdulillah omzet pendapatan kami jadi lebih meningkat. Banyak masyarakat yang datang sehingga menjadi kesempatan bagi kami untuk berjualan,” ujar Wahyu sumringah.
Ia menambahkan, kehadiran konsumen dalam jumlah besar di satu titik terpusat memberikan efektivitas promosi yang tinggi. Tidak hanya melayani warga setempat, produk yang ia jajakan juga dikenal oleh pengunjung dari luar kecamatan.
“Tidak hanya masyarakat Juai, tetapi juga ada yang datang dari kecamatan lain. Jadi produk kami juga bisa lebih dikenal,” tambahnya.
Dampak positif ini membuktikan bahwa penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan budaya dapat berjalan beriringan dalam memberikan manfaat multisektoral bagi masyarakat sekitar. Perputaran arus kas dan transaksi keuangan yang terjadi dari aktivitas jual beli makanan, minuman, hingga suvenir turut menyumbang ruang bagi peningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga.
Selain mendatangkan berkah bagi para pedagang, keberadaan stan-stan UMKM di sekitar arena juga memberikan kemudahan praktis bagi para kafilah, dewan hakim, panitia, maupun masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan akomodasi selama mengikuti rangkaian lomba MTQ XIX.
Dengan demikian, perhelatan MTQ XIX Kabupaten Balangan di Kecamatan Juai berhasil memadukan dua dimensi sekaligus: menghidupkan semangat syiar dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di Bumi Sanggam, sekaligus menggerakkan roda perekonomian kerakyatan melalui geliat membanggakan dari para pelaku UMKM lokal.
Sumber : Infopublik.id








