BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Tengah Dominasi Kemarau Awal Oktober 2026, Warga Diminta Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Nasional, Peloporkalimantan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat luas agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi oleh kondisi cuaca kering akibat musim kemarau pada awal Oktober 2026, dinamika atmosfer regional dan lokal tetap memicu potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang secara sporadis.

Prakirawan BMKG, Dendi R.Purnama, dalam siaran InfoBMKG yang dikutip Sabtu (3/10/2026), menjelaskan bahwa kondisi atmosfer tanah air saat ini masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang cukup kuat serta nilai Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi kedua fenomena iklim tersebut turut mempertahankan cuaca kering di sejumlah besar wilayah Indonesia.

Berdasarkan hasil pemantauan hari tanpa hujan hingga dasarian II September 2026, tercatat masih banyak daerah yang mengalami hari tanpa hujan dengan kategori panjang hingga ekstrem panjang. BMKG mencatat setidaknya ada sebanyak 1.474 titik wilayah yang berada dalam kategori ekstrem panjang.

Kondisi kering yang berkepanjangan ini juga berlangsung secara bersamaan dengan masih tingginya sebaran titik panas (hotspot) di berbagai pulau. Berdasarkan pantauan data per 30 September 2026, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi sebanyak 159 titik di Pulau Sumatra, 193 titik di Kalimantan, serta 322 titik di wilayah Papua dan Maluku.

“Hal ini menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah dengan periode kering berkepanjangan,” ujar Dendi memperingatkan.

Fenomena Hujan Lebat Lokal di Tengah Kemarau

Kendati cuaca kering mendominasi, data pengamatan meteorologi mencatat adanya kejadian hujan lebat hingga sangat lebat yang turun secara lokal pada periode 28 hingga 30 September 2026.

Curah hujan harian dengan intensitas tinggi tercatat di antaranya terjadi di wilayah Papua Tengah sebesar 102 milimeter, Papua 97 milimeter, Jawa Barat 96 milimeter, Sumatra Utara dan Banten masing-masing 70 milimeter, serta Jambi dan Papua Barat masing-masing mencapai 53 milimeter. Khusus untuk kawasan Jabodetabek, hujan lebat terpantau mengguyur Kabupaten Bogor dengan intensitas 96,1 milimeter per hari serta Kota Tangerang Selatan sebesar 70 milimeter per hari.

Menurut Dendi, fakta tersebut menunjukkan bahwa meskipun periode musim kemarau masih dominan, aktivitas dinamika atmosfer skala regional dan lokal tetap aktif, sehingga proses pembentukan awan hujan dapat terjadi secara tiba-tiba dan menghasilkan curah hujan lebat di wilayah-wilayah tertentu.

Potensi Cuaca Sepekan ke Depan

Memasuki periode sepekan ke depan, BMKG memetakan potensi cuaca sebagai berikut:

  • Periode 2–4 Oktober 2026: Kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan hingga turun hujan ringan. Namun, masyarakat diimbau siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Papua Pegunungan. Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

  • Periode 5–8 Oktober 2026: Kondisi cuaca umumnya masih relatif cerah berawan hingga hujan ringan. Kendati demikian, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih perlu diantisipasi di wilayah Papua Pegunungan, sementara angin kencang berpotensi menerpa wilayah Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Menghadapi anomali cuaca di mana kemarau panjang dan potensi cuaca ekstrem dapat berlangsung secara bersamaan di wilayah yang berbeda, BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, menghemat pemanfaatan air bersih, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan demi mencegah risiko bencana kebakaran.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini serta peringatan dini resmi yang dikeluarkan oleh instansi berwenang melalui aplikasi mobile Info BMKG, situs web resmi bmkg.go.id, maupun akun media sosial terverifikasi di @infobmkg.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment