Tundukkan Wakil Filipina Lewat Laga Ketat, Nurisa Persembahkan Emas Pertama Panahan Indonesia sepanjang Sejarah Asian Games

Nasional, Peloporkalimantan – Kebanggaan luar biasa menyelimuti kontingen Indonesia di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet panahan andalan Merah Putih, Nurisa Dian Ashrifah, sukses mencetak sejarah gemilang dengan mempersembahkan medali emas dari nomor Compound Women Individual, Kamis (1/10/2026). Prestasi puncak ini sekaligus menggenapi raihan medali emas kelima Indonesia, sekaligus sukses melampaui target awal empat medali emas yang dibebankan kepada kontingen nasional.

Kepastian medali emas tersebut diraih Nurisa setelah melewati pertarungan final yang sangat dramatis dan menegangkan melawan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Dalam laga puncak yang berlangsung ketat hingga anak panah terakhir, Nurisa berhasil mengumpulkan total 139 poin, unggul tipis dua angka dari lawannya yang mencatatkan 137 poin.

Raihan emas ini memiliki makna historis yang sangat mendalam bagi cabang olahraga panahan Indonesia. Pasalnya, medali emas yang dipersembahkan Nurisa merupakan kepingan emas pertama bagi cabang olahraga panahan sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang Asian Games, sejak cabang olahraga tersebut resmi dipertandingkan pada tahun 1978.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, yang menyaksikan langsung perjuangan para atlet, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nurisa dan seluruh jajaran tim panahan Indonesia atas kerja keras dan mental juara yang ditunjukkan di lapangan.

“Alhamdulillah, Indonesia kembali mendapatkan emas. Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Nurisa Dian Ashrifah dan seluruh tim panahan Indonesia yang telah berjuang luar biasa. Ini adalah sejarah karena untuk pertama kalinya panahan Indonesia berhasil mempersembahkan medali emas di Asian Games,” ujar Menpora Erick Thohir di Nagoya, Kamis (1/10/2026).

Menurut Erick, ketatnya persaingan di partai final membuktikan betapa krusialnya menjaga ketenangan, fokus, dan konsistensi hingga detik-detik akhir pertandingan. Nurisa dinilai mampu membuktikan ketangguhan mentalnya hingga memastikan kemenangan atas wakil Filipina tersebut.

“Pertandingan final tadi sangat ketat, tetapi Nurisa mampu menjaga fokus dan konsistensinya sampai akhir. Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi juara, kita harus berjuang sampai anak panah terakhir,” tambahnya.

Lampaui Target dan Momentum Evaluasi

Dengan tambahan medali emas dari Nurisa, kontingen Indonesia kini telah mengoleksi total lima medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang berarti target awal empat emas telah resmi terlampaui. Kendati demikian, Menpora Erick mengingatkan para atlet dan seluruh kontingen untuk tidak cepat berpuas diri atau terlena, mengingat masih ada sejumlah atlet Indonesia yang berjuang di babak final pada hari yang sama.

“Emas kelima sudah kita dapatkan dan berarti target empat emas yang kita tetapkan sudah terlampaui. Hari ini masih ada atlet-atlet kita yang berjuang di final,” tegas Erick. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan dan mengawal perjuangan para atlet yang masih berlaga hingga akhir rangkaian kompetisi.

Lebih lanjut, Menpora menilai bahwa keberhasilan historis ini tidak lahir dalam sekejap, melainkan buah dari proses panjang pembinaan olahraga yang melibatkan kolaborasi solid antara atlet, pelatih, induk organisasi cabang olahraga (PB Perpani), tim pendukung, serta berbagai pihak terkait. Capian ini harus dijadikan momentum penting untuk mengevaluasi peta kekuatan olahraga nasional guna menatap ajang multi-event internasional selanjutnya, seperti SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment