Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Kompetensi Hadapi Disrupsi

Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) untuk memperkuat peran strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja menghadapi disrupsi dunia kerja yang semakin cepat.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia di Jakarta. Menurutnya, perubahan lanskap ketenagakerjaan dipengaruhi dinamika global, percepatan digitalisasi, serta perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang menggeser kebutuhan keterampilan di berbagai sektor.

“Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja juga memiliki peran penting untuk menyiapkan anggotanya menghadapi transformasi dunia kerja yang sangat cepat,” ujarnya.

Yassierli menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam konteks ini, serikat pekerja tidak hanya berfungsi sebagai wadah advokasi, tetapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan pengembangan kapasitas tenaga kerja.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ketenagakerjaan membuka ruang kolaborasi dengan SP/SB untuk menghadirkan program pelatihan yang adaptif dan berbasis kebutuhan industri. Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, sertifikasi kompetensi, edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga penguatan produktivitas.

“Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan yang diperlukan. Pemerintah siap memfasilitasi agar pekerja memiliki nilai tambah dan posisi tawar yang semakin baik,” katanya.

Selain peningkatan kompetensi, pemerintah juga terus memperkuat perlindungan pekerja, antara lain melalui optimalisasi manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta perluasan cakupan perlindungan bagi pekerja di sektor ekonomi digital, termasuk pengemudi dan kurir daring.

Menaker juga mendorong serikat pekerja untuk aktif berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan. Ia menilai hubungan industrial yang sehat hanya dapat terwujud melalui dialog konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Semangat kita sama, yaitu memajukan industri sekaligus menyejahterakan pekerja. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan dan rekomendasi terbaik,” tuturnya.

Melalui penguatan kolaborasi dan peningkatan kompetensi, pemerintah menargetkan tenaga kerja Indonesia semakin adaptif, produktif, dan mampu bersaing di tengah perubahan global yang terus berlangsung.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar