Nasional, Peloporkalimantan – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) Arab Saudi terus memperkuat kolaborasi di bidang kesehatan, khususnya layanan jantung, guna menekan tingginya beban biaya pengobatan di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa biaya operasi jantung anak dapat mencapai sekitar Rp100 juta per tindakan, sementara pembiayaan yang ditanggung BPJS Kesehatan baru mencakup sekitar 30 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi rumah sakit rujukan nasional dalam memberikan layanan optimal kepada pasien.
“Dari sekitar 50 ribu kasus baru penyakit jantung bawaan setiap tahun, yang bisa ditangani baru sekitar 5 ribu. Keterbatasan tenaga medis dan mahalnya alat kesehatan berteknologi tinggi masih menjadi kendala,” ujar Dante, dikutip dari InfoPublik, Senin (9/2/2026).
Dalam kegiatan bakti sosial yang berlangsung pada 2–6 Februari 2026, KSrelief bekerja sama dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita menangani empat pasien dewasa melalui prosedur Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) serta 31 pasien anak dengan bedah jantung bawaan. Kegiatan tersebut juga disertai dengan transfer pengetahuan dari pakar jantung Arab Saudi kepada tenaga medis Indonesia.
Dante menilai dukungan KSrelief sangat signifikan. Sejak 2023, tercatat sekitar 260 pasien telah tertangani melalui kerja sama tersebut dengan total nilai bantuan mencapai Rp62 miliar. Pemerintah, lanjutnya, juga terus mendorong peningkatan porsi pembiayaan BPJS Kesehatan untuk tindakan katastropik seperti operasi jantung.
Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, mengatakan rumah sakit rujukan nasional tidak dapat menanggung seluruh beban layanan secara mandiri, mengingat sekitar 90 persen pasien merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Layanan jantung untuk kasus kompleks membutuhkan teknologi dan alat medis berbiaya tinggi. Dukungan dari KSrelief sangat membantu agar kami tetap dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai standar global,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Amodi menyampaikan bahwa program tersebut merupakan arahan langsung Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
“Program ini mencerminkan eratnya hubungan Saudi Arabia dan Indonesia, serta kepedulian terhadap kesehatan anak-anak,” ungkapnya.
Ke depan, kerja sama Kemenkes RI dan KSrelief diharapkan tidak hanya terbatas pada tindakan operasi, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta pengembangan layanan jantung anak di berbagai daerah. Dengan demikian, beban biaya pengobatan dapat ditekan dan akses masyarakat terhadap layanan jantung semakin terbuka luas.









