Indonesia dan Jerman Perkuat Kolaborasi Bangun Ekosistem AI Berbasis Masyarakat

Nasional, Peloporkalimantan – Direktur Infrastruktur, Ekosistem, dan Keamanan Digital Kementerian PPN/Bappenas, Andianto Haryoko menegaskan komitmen Indonesia dalam mempercepat transformasi digital nasional melalui penguatan tata kelola data, keamanan digital, hingga pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Andianto dalam acara “Kerja Sama Indonesia-Jerman FAIR Forward: Mendorong Ekosistem Data Terbuka dan AI Berbasis Masyarakat” di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

“Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mempercepat transformasi digital nasional. Transformasi ini tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan kebijakan pemerintah, tata kelola data, keamanan digital, serta pengembangan ekosistem dan inovasi digital yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sejak 2023, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama GIZ Germany menjalankan program “FAIR Forward – Artificial Intelligence for All”, bagian dari kerja sama pembangunan Jerman melalui Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ).

Program FAIR Forward merupakan inisiatif global yang dijalankan di tujuh negara Asia dan Afrika untuk mengembangkan teknologi AI yang minim bias, beretika, serta sesuai dengan konteks lokal masing-masing negara.

Melalui program tersebut, Indonesia mendorong demokratisasi AI melalui pengembangan inovasi lokal dan keterbukaan sumber data latih AI.

Sejalan dengan RPJMN 2025–2029, Bappenas bersama FAIR Forward juga fokus pada isu krisis iklim, pengembangan AI untuk ekonomi biru, penguatan kapasitas pembuat kebijakan, hingga pembelajaran lintas negara Asia-Afrika terkait tata kelola AI.

Sementara itu, Urban Development dan Cross-Cutting Topics Cooperation Area Lead GIZ, Thomas Foerch menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat inovasi AI berbasis masyarakat.

“Melalui keunikan FAIR Forward, kami berkomitmen untuk mendorong Indonesia sebagai uji coba inovasi AI dalam kerja sama bilateral antara negara kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan kerja sama tersebut mencakup pengembangan data terbuka, penguatan kemampuan teknis SDM lokal, hingga pengembangan kebijakan AI beretika yang mengacu pada pembelajaran EU AI Act serta praktik negara-negara Asia dan Afrika.

FAIR Forward juga mengedepankan pendekatan inklusif, terutama dalam mendukung masyarakat adat dan penguatan ketahanan iklim berbasis teknologi.

Pendekatan tersebut menekankan pentingnya etika pengumpulan data terbuka dengan memperhatikan analisis gender dan prinsip PADIATAPA atau Persetujuan di Awal Tanpa Paksaan bagi masyarakat adat.

Komitmen itu bahkan mendapat nominasi UN SDG Digital GameChangers Award 2024 melalui proyek “Artificial Intelligence Meets Jungle/Forest Forward”.

Melalui berbagai kolaborasi, FAIR Forward juga telah mengembangkan sejumlah proyek berbasis AI, seperti pemetaan hutan High Carbon Stock (HCS) nasional yang kini menjadi model percontohan di India dan Senegal.

Selain itu, penguatan ketahanan iklim masyarakat pesisir di Maros dan Pulo Aceh juga dilakukan melalui jaringan internet komunitas dan pendekatan sains warga berbasis pemodelan AI lokal.

Pemerintah berharap kolaborasi Indonesia-Jerman ini mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan AI global yang inklusif, beretika, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar