Nasional, Peloporkalimantan – Pemerintah menegaskan komitmennya membuka peluang investasi digital global dengan tetap menjadikan pelindungan data pribadi sebagai prinsip utama dalam pengembangan ekonomi digital nasional.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat menerima audiensi American Chamber of Commerce in Indonesia dan U.S. Chamber of Commerce di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).
“Indonesia adalah tempat yang aman untuk berinovasi bagi pelaku usaha, sekaligus memberikan jaminan bahwa data pribadi masyarakat terlindungi,” ujar Nezar.
Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam momentum strategis di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital global. Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi digital nasional mendekati 100 miliar dolar AS pada akhir 2025, didorong oleh pertumbuhan perdagangan digital dan layanan keuangan berbasis teknologi.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah terus membangun iklim investasi yang sehat melalui regulasi yang jelas dan dapat diprediksi, termasuk kerja sama internasional seperti Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.
Di sisi lain, perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah telah menerapkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi sebagai dasar hukum perlindungan data, sekaligus memperkuat tata kelola ruang digital.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kerangka pengembangan kecerdasan buatan (AI) melalui peta jalan nasional dan panduan etika, serta memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025.
Upaya tersebut diperkuat dengan kolaborasi bersama platform teknologi, institusi pendidikan, dan masyarakat guna meningkatkan literasi digital nasional.
Nezar menegaskan, Indonesia tidak hanya membuka diri untuk investasi, tetapi juga mendorong kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan dan beretika.
“Indonesia terbuka untuk bisnis, namun yang lebih penting adalah kemitraan yang berorientasi pada pengembangan talenta dan inovasi yang bertanggung jawab,” pungkasnya.
Sumber : Infopublik.id









