PeloporKalimantan, Jakarta – PT Dua Samudera Perkasa (DSP), perusahaan milik pengusaha Haji Isam, kembali memperkuat investasinya di PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dengan membeli 114,19 juta lembar saham senilai Rp57,09 miliar. Transaksi ini dilakukan melalui pembelian saham dari South Bay Capital (SBC) Pte, yang kini resmi keluar dari jajaran pemegang saham TEBE.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Jumat (14/3/2025), Sekretaris Perusahaan TEBE, Ayu Yusman, menyatakan bahwa dengan transaksi ini, kepemilikan DSP di TEBE meningkat dari 15,63% atau 200,89 juta lembar saham menjadi 24,52% atau setara 315,09 juta lembar saham. “Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi,” ujar Ayu.
SBC sebelumnya memegang 8,89% saham TEBE atau sebanyak 114,19 juta lembar. Setelah transaksi dengan harga Rp500 per saham ini, SBC resmi melepas seluruh kepemilikannya dan tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham perusahaan.
Dengan perubahan ini, komposisi kepemilikan saham TEBE kini terdiri dari PT Prima Mineral Utama sebagai pemegang saham pengendali dengan 39,31%, PT Robust Buana 7,32%, Lim Oi Wah 8,31%, DSP 24,52%, dan masyarakat 20,54%.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tren kenaikan harga saham TEBE sebelum dan sesudah transaksi antara DSP dan SBC. Dalam sepekan terakhir, saham TEBE mengalami kenaikan sebesar 25,62% atau Rp155, sementara dalam satu bulan terakhir meningkat 30,25% atau Rp180. Pada Jumat (14/3) pukul 14.24 WIB, saham TEBE tercatat menguat 8,51% atau naik Rp65 menjadi Rp770 per lembar.
Kenaikan harga saham ini mencerminkan optimisme pasar terhadap langkah investasi yang dilakukan DSP serta prospek bisnis TEBE ke depan. Langkah DSP menambah kepemilikannya di TEBE juga dinilai sebagai sinyal kepercayaan terhadap pertumbuhan perusahaan di sektor infrastruktur dan logistik.









