Nasional, Peloporkalimantan – Pemerintah Indonesia terus memperkuat fondasi ekonomi rakyat dari berbagai lini. Langkah strategis ini diwujudkan oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) melalui dua pendekatan berkesinambungan: mengoptimalkan potensi aset budaya keraton di perkotaan serta menggerakkan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di perdesaan.
Gerak cepat ini diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Jakarta, pekan lalu. Melalui kerja sama ini, badan usaha koperasi ditetapkan sebagai wadah utama untuk mengelola aset keraton, memajukan produk budaya lokal, serta memperluas akses pasar perajin.
Penandatanganan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Ketua Umum FSKN Achmad Aflus Mapparessa.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan revitalisasi sejumlah pusaka dan keraton bersejarah, termasuk Istana Maimun, Pagaruyung, Keraton Pontianak, Keraton Kadriah, Keraton Solo, hingga Sumedang. Revitalisasi ini ditargetkan mampu melahirkan sentra industri budaya baru.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menambahkan, narasi pusaka keraton akan diolah menjadi komoditas turunan bernilai tinggi yang penyalurannya diintegrasikan melalui jalur distribusi koperasi.
Akselerasi KDKMP dan Pengawasan Lapangan
Sebelum penandatanganan di Jakarta, Menkop Ferry Juliantono bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, dan Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi telah meninjau langsung uji coba KDKMP di Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni Desa Sambiroto, Nglawak, Garu, dan Tambakrejo.
Gerai-gerai desa tersebut telah disiapkan untuk mengamankan distribusi kebutuhan pokok seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kg, hingga pupuk bersubsidi, sekaligus menjadi titik penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), BLT, dan alat mesin pertanian.
Di sisi lain, pemantauan di wilayah Jawa Tengah dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. Ia melakukan inspeksi ke enam titik KDKMP di Kabupaten Magelang, mulai dari Desa Ngargogondo, Tuksongo, Borobudur, Wringinputih, Kembanglimus, hingga Tanjung Muntilan, guna memastikan kesiapan transaksi nontunai dan pasokan logistik berjalan lancar.
Pangkas Rantai Distribusi Kebutuhan Pokok
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut mendampingi peninjauan di Jawa Timur, menegaskan bahwa keberadaan KDKMP berperan vital dalam memotong rantai distribusi yang panjang dan rawan perantara.
Ia menjelaskan bahwa mahalnya harga barang bersubsidi di tingkat konsumen kerap dipicu oleh banyaknya perantara. Melalui KDKMP, pasokan komoditas dialirkan langsung dari produsen ke gerai desa sehingga harga tetap terjaga sesuai ketentuan pemerintah.
Sinergi antara pemanfaatan aset kultural dan penguatan logistik perdesaan ini diharapkan mampu menjadikan koperasi sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi masyarakat.
Sumber : Infopublik.id








