Dari Rakyat untuk Rakyat, Haul ke-16 Gus Dur Digelar GUSDURian Barabai

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – GUSDURian Barabai menggelar peringatan Haul ke-16 Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Cafe Al-Husna Barabai, Minggu (18/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat” sebagai refleksi nilai-nilai perjuangan Gus Dur.

Haul tersebut menjadi ruang perenungan atas warisan pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, kebangsaan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Acara diawali dengan pembacaan Ummul Qur’an, tawassul, serta pengantar sebagai ikhtiar membuka majelis dengan doa dan niat meneladani perjuangan Gus Dur.

Suasana semakin khusyuk saat Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, meneguhkan semangat persatuan dan cinta tanah air di tengah keberagaman.

Koordinator GUSDURian Barabai, Fahri Abadan, menyampaikan bahwa tema haul bukan sekadar slogan, melainkan komitmen moral untuk terus berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok rentan dan terpinggirkan. Ia menegaskan ajaran Gus Dur menempatkan kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam demokrasi, keberagamaan, dan kebangsaan.

“Gus Dur mengajarkan bahwa kekuasaan dan kebijakan harus memuliakan manusia. Nilai keadilan dan toleransi harus menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Banua untuk menjaga kebhinekaan, merawat akal sehat, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah maraknya polarisasi dan ujaran kebencian.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Ustadz Muhammad Arsyad, Ketua IPARI KUA Barabai Selatan. Doa dipanjatkan untuk almarhum Gus Dur, Abah Guru Sekumpul, para ulama, serta para korban bencana di sejumlah daerah di Indonesia.

Kegiatan juga diisi diskusi isu-isu strategis yang dipantik oleh Sahabat Intelektual Muda Nahdliyin, Tahdianor. Diskusi berlangsung dialogis dengan membahas persoalan sosial, kebangsaan, dan tantangan generasi muda dalam perspektif pemikiran Gus Dur yang inklusif dan berkeadaban.

Acara ditutup dengan doa keselamatan bangsa yang dipimpin Ustadz Yasin dari PWI. Haul ke-16 Gus Dur ini tidak hanya menjadi momentum doa, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan kemanusiaan merupakan kerja kolektif yang harus terus dilanjutkan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar