BPBD Balangan Luncurkan Buku Berlian, Dokumentasi Tiga Tahun Penanganan Bencana

PeloporKalimantan, PARINGIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan resmi menerbitkan buku Berlian (Berita Ringan dan Liputan Aktual) pada 2024 sebagai bentuk dokumentasi komprehensif terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan dalam penanganan kebencanaan.

Buku ini memuat rekam jejak kegiatan, program, serta pencapaian BPBD Balangan selama tiga tahun terakhir, yaitu sejak 2022 hingga 2024. Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menjelaskan bahwa buku ini menjadi bukti transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan layanan kebencanaan. Dokumentasi yang disusun dalam Berlian mencakup berbagai pemberitaan yang sebelumnya telah dimuat di media cetak, seperti Radar Banjarmasin dan media lainnya.

“Semua kegiatan kami terdokumentasi dalam pemberitaan yang tersebar selama tiga tahun sejak saya menjabat. Ini adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat atas apa yang telah dilakukan BPBD dalam menangani bencana,” ujar Rahmi, Kamis (16/1/2025), di Paringin.

Lebih dari sekadar kumpulan berita, buku Berlian memiliki nilai historis sebagai catatan penting bagi Kabupaten Balangan dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Rahmi berharap buku ini bisa menjadi referensi yang berguna bagi masyarakat untuk memahami bagaimana BPBD bekerja dalam menangani kebencanaan. Ia juga menekankan bahwa penerbitan buku ini merupakan wujud dedikasi BPBD dalam melaksanakan tugasnya serta menjadi kebanggaan tersendiri karena memiliki dokumentasi resmi yang dapat dijadikan acuan di masa mendatang.

“Buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga media informasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa yang telah kami lakukan dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Balangan,” tambahnya.

Apresiasi dari Bupati Balangan

Bupati Balangan, Abdul Hadi, memberikan apresiasi atas inisiatif BPBD Balangan dalam menerbitkan buku Berlian. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat dan menyelenggarakan layanan publik, termasuk dalam bidang kebencanaan.

“Sebagai daerah otonom yang menerima pendelegasian kewajiban ini, Kabupaten Balangan tidak hanya menjalankan tugas tersebut, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam visi dan misi pembangunan daerah, baik dalam jangka panjang maupun jangka menengah,” ujar Abdul Hadi.

Ia juga menilai bahwa buku Berlian bukan sekadar kumpulan artikel opini, melainkan laporan jurnalistik yang disusun secara objektif dan berimbang. Buku ini merangkum berbagai peristiwa kebencanaan dan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah daerah untuk menanganinya, sehingga memberikan gambaran lebih luas tentang kebijakan serta pendekatan dalam pengelolaan bencana.

“Ketika berbagai peristiwa disajikan dalam satu kesatuan, kita bisa melihat rangkaian panjang yang membentuk gambaran lebih besar tentang kebijakan dan pendekatan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan layanan kebencanaan,” tambahnya.

Bupati berharap buku ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai kebijakan kebencanaan di Kabupaten Balangan sekaligus menjadi referensi bagi peningkatan layanan di masa depan.

“Semoga buku ini bisa menjadi rujukan yang bermanfaat dalam memperbaiki dan meningkatkan layanan kebencanaan di Balangan ke depan,” tutupnya.

Penerbitan buku Berlian menjadi langkah penting dalam mendokumentasikan sejarah dan capaian BPBD Balangan. Dengan adanya buku ini, diharapkan masyarakat semakin memahami peran BPBD dalam menjaga keselamatan warga serta mendorong kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana sejak dini. (MC Balangan)

Also Read

Bagikan:

Tinggalkan komentar