Balangan, Peloporkalimantan – Kendala geografis pegunungan dan keterbatasan akses internet tidak lagi menjadi penghalang bagi warga Kecamatan Halong untuk memperoleh layanan dan hak kesejahteraan sosial. Pemerintah Kecamatan Halong menghadirkan inovasi Pak Sotarsa atau Pelayanan Kesejahteraan Sosial Antar ke Desa sebagai solusi pelayanan publik berbasis jemput bola.
Inovasi yang diinisiasi Susiani tersebut mengubah pola pelayanan kesejahteraan sosial dengan mendatangi langsung desa-desa, sehingga bantuan dapat disalurkan secara lebih cepat, tepat sasaran, dan merata hingga wilayah pelosok.
Susiani menjelaskan, sebelum adanya Pak Sotarsa, penyaluran bantuan sosial kerap terkendala jarak, medan yang sulit, serta koordinasi manual yang memakan waktu. Melalui inovasi ini, koordinasi dilakukan secara langsung dan terintegrasi antara tim kecamatan dan aparat desa.
“Pak Sotarsa memperkenalkan metode kerja baru dengan mengedepankan pendampingan langsung di lapangan. Ini menjadi solusi atas keterbatasan jaringan internet atau blank spot di wilayah Pegunungan Meratus,” ujar Susiani, Sabtu, 24 Januari 2026.
Program Pak Sotarsa mulai diimplementasikan secara penuh sejak awal 2024 dengan tujuan memastikan berbagai bentuk bantuan sosial, mulai dari asuransi sosial, program perumahan, hingga bantuan pangan, dapat diterima masyarakat desa tanpa terhambat kondisi geografis.
Selain itu, inovasi ini juga bertujuan menjamin kesetaraan akses layanan pemerintah bagi seluruh warga, memperkuat kerja sama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Lembaga Swadaya Masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak sosial dan partisipasi dalam pembangunan desa.
Dampak positif dari pelaksanaan Pak Sotarsa mulai terlihat signifikan. Berdasarkan data hasil inovasi, jumlah penerima manfaat meningkat tajam dari sebelumnya 281 orang menjadi 880 orang.
Selain memperluas jangkauan penerima bantuan, manfaat lain yang dirasakan masyarakat adalah kemudahan layanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh, karena pelayanan terpusat di desa masing-masing. Dari sisi pemerintah, integrasi pelayanan ini juga mampu menekan biaya operasional serta meningkatkan kecepatan, efektivitas, dan efisiensi pelayanan melalui koordinasi lintas sektor yang lebih solid.
Melalui Pak Sotarsa, Pemerintah Kecamatan Halong menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur digital bukan menjadi hambatan untuk terus berinovasi. Pendekatan pelayanan langsung dinilai efektif dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat di wilayah terpencil dan marginal.









