Nasional, Peloporkalimantan – Sebanyak 1.338.684 murid jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat di seluruh Indonesia secara serentak mengikuti hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 2 Tahun 2026, Senin (2/11/2026).
Di tengah perhelatan asesmen berskala nasional tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengintensifkan pengawasan serta koordinasi lintas sektor guna memitigasi kendala teknis sekaligus menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan ujian. Pada hari perdana ini, para siswa menguji capaian belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diselenggarakan melalui moda berbasis daring (online) maupun semi-daring di satuan pendidikan masing-masing.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memberikan arahan tegas kepada jajaran dinas pendidikan daerah dan tim pemantau di Posko Pelaksanaan TKA. Ia menekankan krusialnya respons cepat dalam menangani berbagai dinamika teknis serta tantangan geografis, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta kawasan kepulauan.
“Kapasitas teknis dan dukungan operasional TKA harus terus ditingkatkan secara optimal, khususnya untuk mengjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan, seperti di Provinsi Kepulauan Riau. Pemerataan infrastruktur ini penting agar seluruh peserta didik memiliki kesempatan dan akses asesmen yang setara,” ujar Atip Latipulhayat.
Bukan Penentu Kelulusan, Fokus pada Refleksi dan Kualitas Pembelajaran
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, mengingatkan para siswa agar menghadapi TKA dengan tenang, percaya diri, dan menjunjung tinggi kejujuran tanpa menjadikannya sebagai beban psikologis.
“Kami mengimbau para peserta didik untuk mengerjakan soal secara mandiri dan jujur. TKA ini bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sarana evaluasi mandiri untuk mengenali potensi serta capaian akademik masing-masing,” jelas Toni.
Kemendikdasmen menegaskan kembali bahwa TKA tidak bersifat wajib bagi seluruh siswa dan tidak menjadi penentu kelulusan. Hasil asesmen ini diproyeksikan sebagai instrumen pemetaan yang objektif untuk membantu guru, sekolah, dan orang tua dalam memetakan kebutuhan belajar siswa serta menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif ke depan.
Untuk menjaga akuntabilitas publik, Kemendikdasmen terus membuka ruang aduan serta pusat layanan informasi tepercaya bagi masyarakat melalui portal resmi Unit Layanan Terpadu di laman ult.kemendikdasmen.go.id.
Sumber : Infopublik.id








