Fokus pada Isu Lingkungan, HUT ke-46 Dekranas Usung Tema Cipta Kriya Berkelanjutan

Nasional,Peloporkalimantan – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) secara masif mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri kerajinan nasional. Strategi ini diambil sebagai langkah taktis untuk mendongkrak daya saing produk kriya orisinal Indonesia agar lebih mudah merambah dan bersaing di pasar global.

Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pendekatan ramah lingkungan ini sangat krusial mengingat mayoritas bahan baku kerajinan tangan lokal bersumber langsung dari alam. Pengelolaan bahan baku secara bertanggung jawab diyakini mampu menaikkan nilai tambah produk sekaligus menjawab tuntutan pasar internasional yang kian selektif.

Isu lingkungan hidup tersebut juga diposisikan sebagai tema sentral dalam peringatan HUT ke-46 Dekranas yang dijadwalkan berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2026. Mengusung tajuk Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia, kesiapan teknis agenda tahunan ini diklaim telah menyentuh angka 90 persen.

Tri Tito memaparkan, tingginya animo daerah terhadap konsep hijau ini terlihat dari kuota stan pameran yang ludes dipesan. Tercatat sedikitnya 300 stan dari berbagai pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia siap memamerkan produk kriya unggulan masing-masing guna memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor pelaku UMKM.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian I Dekranas, Loemongga Kartasasmita, menambahkan bahwa arah pengembangan sektor kerajinan tahun ini mengalami pergeseran strategis. Jika tahun lalu fokus organisasi bertumpu pada penguatan kapasitas personal perajin, maka pada tahun ini Dekranas lebih menitikberatkan pada proses produksi hilirisasi yang berkelanjutan.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman, menyatakan kesiapan penuh wilayahnya selaku tuan rumah penyelenggaraan. Melalui kolaborasi matang lintas sektor di Makassar, Dekranas berharap penguatan prinsip berkelanjutan ini mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai episentrum kriya berbasis budaya global.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar