Ikuti Arahan Presiden, Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, meskipun terjadi gejolak harga energi global.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Prabowo Subianto dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Purbaya menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kenaikan harga BBM subsidi. Menurutnya, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk menanggung beban subsidi energi.

“Kalau BBM enggak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Kami sudah hitung semuanya, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia. Meskipun asumsi harga minyak dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar USD70 per barel, pemerintah telah menghitung ketahanan anggaran hingga skenario terburuk di level USD100 per barel.

“Begitu harga minyak naik, kami langsung melakukan simulasi dari berbagai level, mulai 80 dolar, 90 dolar, hingga 100 dolar per barel, beserta langkah mitigasinya,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan defisit anggaran tetap terjaga dalam batas aman, yakni sekitar 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai dengan perhitungan yang telah disusun.

Sebagai bantalan tambahan, APBN 2026 juga didukung oleh Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai sekitar Rp420 triliun. Dana tersebut menjadi cadangan untuk mengantisipasi lonjakan harga energi yang tidak terkendali.

“Kalau harga minyak naik sangat tinggi, kita masih aman karena ada bantalan SAL,” tegas Purbaya.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga BBM subsidi dapat terus dijaga, sekaligus memastikan ketahanan fiskal tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar