Banjarbaru, Peloporkalimantan – Jumlah kasus kebakaran permukiman di Kota Banjarbaru sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data UPT Pemadam Kebakaran Banjarbaru, tercatat sebanyak 46 kejadian kebakaran selama 2025.
Kepala UPT Damkar Banjarbaru, Syafrullah, mengatakan jumlah tersebut meningkat 14 kasus dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 32 kejadian kebakaran. Peningkatan ini menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih tinggi dari masyarakat terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman.
Syafrullah menjelaskan, berdasarkan hasil pencatatan petugas di lapangan, penyebab kebakaran masih didominasi oleh arus pendek listrik. Faktor tersebut dinilai menjadi penyebab utama kebakaran dari tahun ke tahun di Kota Banjarbaru.
Untuk menekan angka kebakaran permukiman, UPT Damkar Banjarbaru terus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan perangkat listrik, khususnya instalasi listrik rumah tangga yang berpotensi menimbulkan korsleting. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dinilai penting guna meminimalisasi risiko kebakaran.
Selain imbauan, UPT Damkar Banjarbaru juga rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan kebakaran. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan warga agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Tak hanya kasus kebakaran, tren penanganan penyelamatan oleh UPT Damkar Banjarbaru juga mengalami peningkatan sepanjang 2025. Tercatat sebanyak 542 tindakan penyelamatan dilakukan petugas, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 433 kejadian.
Syafrullah menegaskan, peningkatan jumlah peristiwa kebakaran maupun penyelamatan menjadi perhatian serius pihaknya, sekaligus menjadi dasar untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan di tengah masyarakat.









