Banjarbaru, Peloporkalimantan – Pemerintah Kota Banjarbaru mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kota Banjarbaru terpilih menjadi salah satu dari 28 kabupaten/kota di Indonesia yang lolos seleksi program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) tahap pertama dari Kementerian Dalam Negeri RI.
Penetapan tersebut ditindaklanjuti melalui kunjungan lapangan dan desk verifikasi teknis oleh tim LSDP Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri di Aula Gawi Sabarataan pada Senin (31/8/2026). Program ini berfokus pada edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga, penataan sistem pengangkutan, perbaikan regulasi retribusi, hingga penguatan kelembagaan pengelola persampahan.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa kepercayaan ini menjadi peluang besar untuk menjawab tantangan pertumbuhan penduduk Banjarbaru yang kini mencapai 293.332 jiwa. Seiring pesatnya perkembangan kota di lima kecamatan tersebut, volume sampah harian memerlukan penanganan terpadu yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik fasilitas pengolahan semata.
Dalam rangkaian verifikasi, tim LSDP bersama Pemko Banjarbaru dan kelompok masyarakat membahas lima aspek utama, mulai dari kondisi fiskal, dokumen teknis, edukasi di lingkungan sekolah, perubahan perilaku warga, hingga pembagian peran regulator dan operator. Tim juga menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
Melalui sinergi program LSDP ini, Banjarbaru berkomitmen membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pembenahan terstruktur diharapkan dapat menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, serta berwawasan lingkungan melalui partisipasi aktif masyarakat dari tingkat rumah tangga.








