Balangan, Peloporkalimantan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menggelar Pelatihan Tim Pemadam Kebakaran intensif di Kecamatan Tebing Tinggi pada Rabu (10/6/2026). Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk mendongkrak kapasitas, keterampilan, serta kesiapsiagaan para relawan di tingkat desa. Intervensi ini dinilai krusial guna mengantisipasi sekaligus mempercepat penanganan potensi bencana kebakaran lahan, hutan (karhutla), maupun kebakaran di kawasan permukiman warga setempat.
Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh puluhan anggota Tim Pemadam Kebakaran Kecamatan Tebing Tinggi yang hadir dengan atribut seragam lengkap kebanggaan mereka. Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menyusun rangkaian kegiatan yang memadukan dua metode utama, yakni pemaparan teori teknis di dalam ruangan yang kemudian dilanjutkan dengan simulasi praktik basah secara langsung di lapangan terbuka.
Teknisi Peralatan dan Mesin BPBD Balangan, Rudiansyah, yang bertindak sebagai narasumber utama, mengupas tuntas materi seputar pengenalan anatomi peralatan pemadam modern. Para relawan dibekali pengetahuan mengenai teknik operasional yang efisien, serta manajemen perawatan mesin pompa air dan selang pemadam agar selalu dalam kondisi siap tempur saat dibutuhkan. Tidak kalah penting, Rudiansyah juga menyuntikkan pemahaman mendalam mengenai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja (safety) guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja bagi para relawan saat menjinakkan si jago merah.
Memasuki sesi praktik lapangan, atmosfer pelatihan semakin dinamis saat para peserta dilatih secara fisik mengenai tata cara membentangkan selang secara cepat, mengoperasikan mesin pompa secara presisi, hingga melakukan simulasi pemadaman riil menggunakan armada mobil pemadam kebakaran milik BPBD Balangan. Pihak otoritas menekankan bahwa keberadaan tim pemadam tingkat kecamatan merupakan garda terdepan penanggulangan bencana sebelum bantuan kabupaten tiba. Melalui modal pelatihan ini, respons cepat (golden time) diharapkan dapat tercipta di lapangan sehingga dampak lingkungan maupun kerugian materiil warga dapat ditekan sekecil mungkin. Agenda edukatif ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolektif mewujudkan wilayah Tebing Tinggi yang tangguh bencana.








