Perkuat SDM ASN, Balangan Kirim Peserta Terbanyak Uji Kompetensi Analis Kebijakan

Upaya peningkatan kualitas sumber daya aparatur terus diperkuat melalui Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) yang digelar di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda.

Sebanyak 100 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari berbagai instansi di Regional Kalimantan mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam empat angkatan, yakni pada 7–10 April 2026.

Dari total peserta tersebut, Kabupaten Balangan menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 34 orang atau sekitar 34 persen. Para peserta mengikuti uji kompetensi perpindahan jabatan lain ke JFAK sebagai bagian dari penguatan kapasitas aparatur.

Uji kompetensi ini menjadi tahapan penting dalam memastikan kesiapan ASN menjalankan peran strategis sebagai analis kebijakan, yang bertugas merumuskan, menganalisis, hingga mengadvokasi kebijakan publik berbasis data dan kajian ilmiah.

Salah satu peserta, Lindra Hidayat, mengaku mendapatkan pengalaman baru di luar rutinitasnya sebagai tenaga pendidik.

“Di sini kami dituntut berpikir lebih luas dan analitis. Perjalanan panjang menuju Samarinda terasa terbayar dengan pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Norlatipah yang menilai proses ujian menjadi momentum penguatan kapasitas diri.

“Penyusunan policy brief dalam waktu terbatas benar-benar melatih kemampuan berpikir kritis dan sistematis,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Balangan, Sufriannor, menyampaikan bahwa kebutuhan analis kebijakan di daerah masih cukup besar, khususnya di sektor pendidikan dan perangkat daerah lainnya.

Ia berharap seluruh peserta dari Balangan dapat lulus sehingga mampu mengisi formasi jabatan yang masih kosong serta meningkatkan kualitas perencanaan dan pengambilan kebijakan di daerah.

“Dengan bertambahnya analis kebijakan, diharapkan kinerja organisasi semakin meningkat dan kualitas kebijakan daerah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir lebih banyak analis kebijakan profesional yang mampu menghadirkan kebijakan publik yang adaptif, berbasis data, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar