Pemkab Tanah Bumbu Ajak Anak TK Belajar Nilai Kehidupan Lewat Dongeng

Pemkab Tanah Bumbu Ajak Anak TK Belajar Nilai Kehidupan Lewat Dongeng

BATULICIN, Pelopor Kalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter anak sejak usia dini. Lewat kegiatan mendongeng atau storytelling yang digelar di dua Taman Kanak-Kanak, ratusan siswa diajak larut dalam cerita sarat pesan moral.

Kegiatan yang berlangsung pada 20 hingga 21 Mei 2025 ini menyasar dua sekolah, yaitu TK Kartini Simpang Empat dengan 89 siswa dan TK Aisyiyah Bustanul Atfal Simpang Empat dengan 80 siswa.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanah Bumbu, Yulia Ramadani, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Andi Rudi Latif terkait Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca (P2KM), sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai karakter positif sejak dini.

“Melalui dongeng, anak-anak tidak hanya diajak berimajinasi, tapi juga belajar tentang kejujuran, keberanian, dan kepedulian dengan cara yang menyenangkan,” ujar Yulia.

Kegiatan storytelling kali ini menghadirkan Trialias Nurika Evi dari Kampung Dongeng Tanah Bumbu sebagai pendongeng utama. Dengan gaya bercerita yang ekspresif, Trialias sukses membuat suasana menjadi ceria dan interaktif. Anak-anak terlihat antusias dan larut dalam alur cerita yang penuh makna.

Sementara itu, Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dilanjutkan ke berbagai PAUD dan TK lain di Tanah Bumbu. Tujuannya tak lain adalah membentuk generasi yang gemar membaca, memiliki imajinasi kuat, serta berakhlak mulia.

Program storytelling ini disambut hangat oleh para guru dan orang tua siswa. Mereka menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan berharap bisa menjadi agenda rutin, bahkan diperluas ke lebih banyak sekolah.

“Semoga dongeng seperti ini bisa jadi kebiasaan yang mendidik dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” ujar salah satu guru TK Aisyiyah.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa literasi dan karakter bisa dibangun sejak dini, dengan pendekatan yang menyenangkan dan bermakna.

Also Read

Bagikan:

Tinggalkan komentar