Balangan, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah ibadah semata. Warga diimbau untuk memastikan bahwa setelah bangunan selesai, keberadaannya benar-benar dirawat, dimanfaatkan, dan dimakmurkan bersama.
Pesan penting tersebut disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Muhammad Nor, pada Senin (15/6/2026). Dirinya hadir mewakili pemerintah daerah dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan Langgar At-Taqwa di Desa Mamigang, Kecamatan Halong, Kalimantan Selatan.
Proyek pembangunan sarana ibadah ini mendapatkan sokongan dana segar dari kantong daerah. Pemkab Balangan resmi mengucurkan bantuan dana hibah senilai kurang lebih Rp250 juta demi kelancaran pembangunan tersebut.
Muhammad Nor menjelaskan bahwa bantuan dana stimulan ini diharapkan mampu menjadi pemantik utama semangat gotong royong warga setempat. Masyarakat diajak ikut berkontribusi aktif merampungkan bangunan, baik lewat sumbangan materi maupun bantuan tenaga fisik secara swadaya.
Pengerjaan langgar ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penuntasan fondasi dasar, pendirian dinding struktur, hingga pemasangan konstruksi atap utama. Pihak pemkab menyarankan agar bangunan bisa langsung difungsikan untuk ibadah berjemaah meskipun progres fisiknya belum rampung total 100 persen.
Selain fokus pada urusan keagamaan, Muhammad Nor turut melayangkan pujian tinggi bagi tatanan sosial masyarakat Desa Mamigang. Kehidupan warga setempat yang hidup rukun berdampingan dalam keberagaman dinilai menjadi potret percontohan yang baik dalam menjaga toleransi antarumat beragama.
Di lokasi yang sama, Pengurus Langgar At-Taqwa Desa Mamigang, Pisian, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas kepedulian Pemkab Balangan. Suntikan dana hibah ini diakuinya menjadi suntikan motivasi bagi warga untuk mewujudkan rumah ibadah yang representatif.
Pisian berkomitmen bersama warga muslim setempat untuk meramaikan langgar baru ini dengan berbagai aktivitas syiar keagamaan setelah fisik bangunan berdiri tegak. Ia juga menegaskan bahwa pintu Langgar At-Taqwa akan selalu terbuka ramah bagi siapa saja, termasuk warga luar daerah yang kebetulan melintas dan ingin singgah beribadah.








