Pasokan Terjaga, Pemkab HST Intensif Pantau Pergerakan Harga

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Harga bahan pokok di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terpantau relatif stabil pada awal Ramadan 2026. Kenaikan hanya terjadi pada telur ayam ras, sementara sebagian besar komoditas pangan dan ikan tidak mengalami perubahan signifikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Afni Hidayat, berdasarkan hasil pemantauan Minggu II ke Minggu III Februari 2026.

“Alhamdulillah, untuk Minggu III Februari ini harga pangan relatif stabil. Dari sepuluh komoditas utama yang kami pantau, hanya telur ayam ras yang mengalami kenaikan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Data DKPP HST mencatat harga gabah unggul tetap di angka Rp6.500 per kilogram. Beras premium bertahan di Rp17.000 per kilogram, beras medium Rp12.750 per kilogram, dan bawang merah Rp40.000 per kilogram.

Minyak goreng curah masih di harga Rp17.000 per liter, gula pasir Rp18.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram. Daging sapi juga stabil di Rp145.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras Rp35.000 per kilogram.

Kenaikan tercatat pada telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram atau naik sekitar 6,67 persen. Afni menyebut kenaikan tersebut masih dalam batas wajar, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diiringi peningkatan permintaan.

Sementara itu, pada komoditas ikan, harga relatif stabil dengan satu komoditas mengalami penurunan. Ikan peda atau kembung turun dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram atau sekitar 5 persen.

Komoditas ikan lainnya masih bertahan, seperti ikan bandeng Rp25.000 per kilogram, tongkol Rp30.000 per kilogram, nila dan mas masing-masing Rp40.000 per kilogram. Ikan gabus sedang Rp60.000 per kilogram dan gabus besar Rp70.000 per kilogram, ikan toman Rp42.000 per kilogram, patin Rp28.000 per kilogram, papuyu sedang Rp50.000 per kilogram, serta papuyu besar Rp80.000 per kilogram.

Afni menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan rutin guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan di pasaran.

“Kami berkomitmen menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha terus kami lakukan agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” tegasnya.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar