PARINGIN, Pelopor Kalimantan – Dalam rangka menghadapi Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) untuk Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) menggelar rapat persiapan Tim Gugus Tugas KLA di Aula Benteng Tundakan, baru-baru ini.
Rapat ini difokuskan untuk memastikan kesiapan seluruh tim menghadapi verifikasi yang akan dilaksanakan secara daring pada Selasa, 20 Mei 2025.
Plt. Kepala DP3A P2KB PMD Balangan, Bejo Priyogo, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Balangan yang berhasil meraih predikat KLA tingkat Madya selama tiga tahun berturut-turut. Ia berharap tahun ini ada peningkatan level dalam penilaian.
“Kegiatan ini adalah bagian dari persiapan kita menyambut verifikasi lapangan oleh tim penilai pusat. Alhamdulillah, rapat berlangsung baik, penuh sinergi dan koordinasi,” ujar Bejo.
Menurut Bejo, seluruh anggota tim Gugus Tugas telah menyusun dan membahas 24 indikator penilaian KLA yang akan disampaikan saat verifikasi nanti. Indikator tersebut mencakup berbagai aspek, seperti pemenuhan hak anak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan hukum, serta partisipasi dalam pembangunan.
“KLA bukan hanya urusan satu dinas, tapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder. Ini kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Balangan,” tegasnya.
Bejo juga menekankan pentingnya KLA sebagai bentuk komitmen nyata daerah terhadap perlindungan anak. Menurutnya, predikat bukanlah tujuan utama, melainkan terwujudnya lingkungan yang ramah dan aman bagi tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus.
“Kita ingin memastikan bahwa program KLA benar-benar memberi dampak positif bagi anak-anak di Balangan, bukan hanya sekadar mengejar status,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaboratif dan komitmen lintas sektor, Kabupaten Balangan optimistis bisa mempertahankan bahkan meningkatkan predikat Kabupaten Layak Anak di tahun 2025.









