Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta program strategis pertanian lainnya. Ia menegaskan momentum swasembada pangan yang telah diraih tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan.
Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia. Dalam forum itu, Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan, sekaligus mengevaluasi progres cetak sawah di setiap provinsi.
Ia meminta seluruh daerah melaporkan progres signifikan hingga akhir Maret 2026. Daerah yang tidak menunjukkan keseriusan, tegasnya, akan dievaluasi dan anggarannya dapat dialihkan ke wilayah lain yang lebih progresif.
“Bapak-Ibu sekalian kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bapak-Ibu adalah pahlawan pangan yang membuat bangsa Indonesia terangkat di tingkat nasional dan global. Ke depan kita akselerasi. Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya,” ujar Mentan Amran dalam siaran pers yang diterima Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, cetak sawah menjadi fondasi keberlanjutan swasembada pangan. Tahun lalu realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare, sedangkan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare. Program tersebut dikombinasikan dengan optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir guna memastikan swasembada pangan tetap terjaga.
Mentan Amran juga memaparkan tren peningkatan produksi dan serapan beras. Berdasarkan data pemantauan harian, pengadaan beras pada Januari meningkat 78 persen dibandingkan periode sebelumnya. Jika tren tersebut bertahan selama tiga bulan ke depan, stok nasional berpotensi menembus 6 juta ton.
“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah. Evaluasi besar akan dilakukan setelah Idulfitri, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran secara signifikan pada April 2026. Daerah dengan capaian rendah akan ditahan sementara dan anggarannya dialihkan ke daerah yang menunjukkan progres baik.
Selain komoditas padi, pemerintah juga mempercepat swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden, serta mendorong hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, dan lada.
Dengan percepatan yang terukur, disiplin realisasi anggaran, serta sinergi pusat dan daerah, Kementerian Pertanian optimistis momentum swasembada pangan dapat terus diperkuat demi membangun sistem ketahanan pangan nasional yang kokoh dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.








